Kamis, 20 Juni 2019

KONSEP SUFI MAKNA MA'RIFATULLAH

9. MA'RIFATULLAH

TUJUAN

* Peserta memahami makna dan maksud dari ma'rifatullah
* Peserta mengetahui manfaat dan pentingnya ma’rifatullah
* Peserta mengetahui jalan-jalan untuk mengenal Allah
* Peserta mengetahui hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah



METODE PENDEKATAN

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Makna Ma'rifatullah

* Ma'rifatullah berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma'rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya).



Pentingnya Mengenal Allah

* Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya (QS 51:56) dan tidak tertipu oleh dunia .
* Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus difahami manusia (QS 6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi sebab jika difahami memberikan keyakinan mendalam. Memahami Ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang [6:122] .
* Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting karena:

1. Berhubungan dengan obyeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.

2. Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan.

Jalan untuk mengenal Allah

1. Lewat akal:

* Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini:

o fenomena terjadinya alam (52:35)
o fenomena kehendak yang tinggi(67:3)
o fenomena kehidupan (24:45)
o fenomena petunjuk dan ilham (20:50)
o fenomena pengabulan doa (6:63)



* Ayat Qur'aniyah/ayat Allah di dalam Al-Qur’an:

o keindahan Al-Qur' an (2:23)
o pemberitahuan tentang umat yang lampau [9:70]
o pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55)

2. Lewat memahami Asma’ul Husna:

* Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)
* Allah sebagai pemberi rizqi (35:3, 11:6)
* Allah sebagai pemilik (2:284)
* dll. (59:22-24)

Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah

* Kesombongan (QS 7:146; 25:21).
* Dzalim (QS 4:153) .
* Bersandar pada panca indera (QS 2:55) .
* Dusta (QS 7:176) .
* Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27) .
* Berbuat kerusakan/Fasad .
* Lalai (QS 21:1-3) .
* Banyak berbuat ma’siyat .
* Ragu-ragu (QS 6:109-110)

Semua sifat diatas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka. (QS 2:6-7)

REFERENSI

Said Hawwa, Allah Jalla Jalaluhu

Aqidah Seorang Muslim 1, Al-Ummah

ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan sasaran materi Ma’rifatullah 5’
Diskusi

Pendahuluan
Mentor mengajukan pertanyaan tentang logika keberadaan Allah 5’
Ceramah Mentor mengurAlkan isi materi 30’
Diskusi Mentor menyediakan forum diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor merangkum/menyimpulkan isi materi sekaligus menutup dengan doa 10’

KONSEP SUFI MAKNA IHSAN

8. IHSAN


TUJUAN

* Peserta memahami hakekat ihsan dan balasan bagi orang-orang yang berbuat ihsan
* Peserta mengetahui landasan berbuat ihsan
* Peserta mengetahui cara beramal dengan ihsan



METODE PENDEKATAN

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Pengertian

* Ihsan dianalogikan sebagai atap bangunan Islam (Rukun iman adalah pondasi, Rukun Islam adalah bangunannya).
* Ihsan (perbuatan baik dan berkualitas) berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan keislaman seseorang. Jika seseorang berbuat ihsan, maka amal-amal Islam lainnya atan terpelihara dan tahan lama (sesuai dengan fungsinya sebagai atap bangunan Islam)

Landasan ihsan

1. Landasan Qauliy

"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat ihsan terhadap segala sesuatu. Maka jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang ihsan, dan hendaklah menajamkan pisau dan menyenangkan (menenangkan & menen-tramkan) hewan sembelihan itu” (HR Muslim). Tuntutan untuk berbuat ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal (terhadap segala sesuatu: manusia, hewan) dan optimal (terhadap yang hidup maupun yang akan mati)

2. Landasan Kauniy

Dengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunatullah setiap orang suka akan perbuatan yang ihsan.

Alasan Berbuat Ihsan

Ada dua alasan mengapa kita berbual ihsan:

1. Adanya Monitoring Allah (Muraqabatullah)

Dalam HR Muslim dikisahkan jawaban Rasul ketika ditanya malaikat Jibril yang menyamar sebagai manusia, tentang definisi ihsan: "Mengabdilah kamu kepada Allah seakan-akan kamu melihat Dia. Jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia meIihatmu".

2. Adanya Kebaikan Allah (Ihsanullah)

Allah telah memberikan nikmatnya yang besar kepada semua makhlukNya (QS. 28:77 QS. 55, QS. 108: 1-3)

Dengan mengingat Muraqabatullah dan Ihsanullah, maka sudah selayaknya kita ber-Ihsanun Niyah (berniat yang baik). Karena niat yang baik akan mengarahkan kita kepada:

1. Ikhlasun Niyat (Niat yang Ikh1as)
2. Itqonul 'Amal (Amal yang rapi)
3. Jaudatul Adaa' (Penyelesalan yang baik)

Jika seseorang beramal dan memenuhi kriteria di atas, maka ia telah memiliki Ihsanul 'Amal (Amal yang ihsan).

Ada 3 keuntungan jika sesorang meramal dengan amal yang ihsan:

1. Dicintai Allah [2:195]
2. Mendapat Pahala [33: 29]
3. Mendapat Pertolongan Allah [16:128]



Kesimpulan :

Jadi untuk beramal ihsan harus memenuhi kriteria:

1) Zhohirotul Ihsan (Penampakan Ihsan).

Artinya: Lakukan yang terbaik ! (Do your Best !)

2) Qiimatul Ihsan (Nilai Ihsan).

Artinya: Ikhlaslah selalu! (To be ikhlas, please!)

REFERENSI

* Paket BP Nurul Fikri, Ihsan



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor membuka pertemuan dan menyampaikan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 40’
Diskusi Saat diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’







KONSEP SUFI MAKNA RUKUN ISLAM

7. RUKUN ISLAM


TUJUAN :

* Peserta memahami makna dan hakikat Rukun Islam
* Peserta mengetahui tuntutan Rukun Islam di dalam kehidupan seorang muslim
* Peserta termotivasi untuk mengamalkan Rukun Islam dengan benar



METODE PENDEKATAN

* Games
* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN

Makna dan Hakikat Rukun Islam

Islam dibangun di atas lima dasar, yaitu Rukun Islam. Ibarat sebuah rumah, Rukun Islam merupakan tiang-tiang atau penyangga bangunan keislaman seseorang. Di dalamnya tercakup hukum-hukum Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. "Sesungguhnya Islam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di buIan Ramadhan" (HR. Bukhari Muslim). Bagi siapa saja yang telah mengerjakan Rukun Islam yang lima, belum berarti bahwa ia telah total masuk ke dalam Islam. Ia baru membangun landasan bagi amal-amalnya yang lain.

Rukun Islam merupakan landasan operasional dari Rukun Iman. Belum cukup dikatakan beriman hanya dengan megerjakan Rukun Islam tanpa ada upaya untuk menegakkannya. Rukun Islam merupakan training/pelatihan bagi orang mukmin menuju mardhotillah/keridhoan Allah.

* Syahadat adalah agreement (perjanjian) antara seorang muslim dengan Allah SWT [7.172]. Seseorang yang telah menyatakan Laa ilaaha ilallaah berarti telah siap untuk fight (bertarung) melawan segala bentuk ilah di luar Allah di da1am kehidupannya [29:2].
* Shalat adalah training: sebagai latihan agar setiap muslim di dalam kehidupannya adalah dalam rangka sujud (beribadah) kepada Allah [6:162]
* Zakat adalah training, yaitu sebagai latihan agar menginfakkan hartanya, karena setiap harta seorang muslim adalah milik Allah.[57:7, 59:7]. "Engkau ambil zakat itu dari orang-orang kaya mereka dan engkau kembalikan kepada orang-orang fakir mereka” (HR Mutafaqun ‘alahi).
* Shoum adalah training, yaitu sebagai latihan pengendalian kebiasaan pada jasmani, yaitu makan dan minum dan ruhani, yaitu hawa nafsu. [2:185]
* Haji adalah training, yaitu sebagai latihan dalam pengorbanan jiwa dan harta di jalan Allah, mengamalkan persatuan dan persamaan derajat dengan sesama manusia. [22:27-28]



REFERENSI

* Paket BP Nurul Fikri, Al-Islam,
* Sa'id Hawwa, Al-Islam



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pendahuluan Mentor membuka pertemuan dan menerangkan tujuan materi 5’
Pembukaan Mentor memberikan game dan hikmahnya 10’
Ceramah Mentor menerangkan isi materi 30’
Diskusi Mentor membuka diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’



GAMES

A. JuduI : Games Lima Garis

B. Skema/ gambar :




C. Media : Papan tulis dan kapur

D. Bahan : Materi Rukun Islam

E. Langkah-langkah :

1. Bentuk kelompok atau perorangan
2. Mentor membuat lima garis di papan tulis seperti di atas
3. Mintalah pendapat masing-masing kelompok tentang persepsi dari gambar tersebut
4. Biasanya didapatkan pendapat yang bcrbeda-beda (mis: barisan, tingkatan, lidi), buatlah kesepakatan bahwa gambar tersebut adalah Rukun lslam
5. Mintalah komentar lagi, apa itu Rukun Islam?



F. Kesimpulan :

1. Rukun Islam merupakan karakteristik seorang muslim bila dibandingkan Dengan umat lain



2. Dilaksanakannya Rukun Islam merupakan standar keimanan seorang muslim. Kita bisa membedakan kualitas keimanan seorang muslim dengan melihat dikerjakan atau tidaknya ibadah tersebut.
3. Diri kita belum sempurna membentuk pribadi Islam secara lengkap, sekalipun kita telah melaksanakan Rukun Islam, itu belum final untuk membangun keislaman dalam diri kita. Masih perlu ada pemahaman Iman yang benar agat terhindar dari muslim yang TBC (Takhyul, Bid'ah, Churafat/Khurafat).
4. Masih perlu peningkatan Akhlaqul Karimah, sehingga keislaman yang dimiliki menjadi indah dan dapat merasakan lezatnya iman Islam.
5. Harus ada proses pembinaan Islam secara kontinu dan bertahap untuk mendapatkan pemahaman Islam yang utuh.

KONSEP SUFI MAKNA AL IMAN

6. AL- IMAN

TUJUAN

* Peserta memahami hubungan antara Iman, Islam dan Ihsan
* Peserta memahami hakekat iman
* Peserta mengetahui cara-cara mengimani Rukun Iman dengan benar sehingga termotivasi untuk melakukanNya.



METODE PENDEKATAN

* Games
* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Pendahuluan

Konsep-konsep tentang Iman, Islam dan Ihsan mungkin sudah pernah kita pelajari. Namun ternyata gambaran yang kita miliki selama ini belum cukup valid (shohih) dan integral (syamiil), karena kita melihat Iman, Islam dan Ihsan secara sektoral dan terpisah satu sama lain. Padahal ketiga konsep tersebut adalah merupakan satu bangunan yang dapat disebut sebagai RUMAH KITA, yang secara global terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :

1. RUKUN IMAN, yang berfungsi sebagai lapisan fondasinya.
2. RUKUN ISLAM, yang berfungsi sebagai tiang penyangganya.
3. IHSAN, yang berfungsi sebagai atapnya.

Artinya: tegaknya Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas pondasinya dan daya tahan Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas atapnya. Jadi satu sama lain saling membantu, menguatkan dan memelihara.
Hakikat Iman

Pengertian Iman menurut ahlussunah : Iman terdiri dari tiga unsur, yaitu pembenaran dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Jadi, Iman adalah keyakinan dan sekaligus juga amal [49:15].
Rukun Iman

Rukun Iman merupakan basis konsepsional atau landasan idiil yang mendasari pemikiran, ucapan dan tindakan seorang muslim. Artinya: seorang muslim yang beriman maka pemikiran, ucapan dan tindakannya tidak akan bertentangan dengan keimanannya kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Taqdir dan Kiamat. Orang yang beriman haruslah beriman kepada enam Rukun iman (2:285, 4:136) dan Hadits Ketika Nabi ditanya Malaikat Jibril tentang iman, maka jawab Nabi. ”Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitabNya, kepada Utusan-utusanNya, kepada Hari Kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada Qodar yang baik dan yang buruk" (HR Muslim), barangsiapa yang mengingkari salah satunya maka ia telah mengingkari seluruh Rukun Iman.

1. Iman kepada Allah SWT . Konsekuensinya : mencintai Allah SWT [2:165]. Tanda-tandanya: lihat QS 8:2. Akibatnya: ikh1ash dalam menjalankan perintah-perintahNya.
2. Iman kepada Malaikat [50:16-18]. Konsekuensinya: tidak mungkin Seorang mu'min berbuat ma'siat karena selalu ditongkrongi Malaikat.
3. Iman kepada Kitab-Kitab [2:2, 20:1-3] Konsekuensinya: menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
4. Iman kepada Nabi dan Rasul [33:40]. Konsekuensinya: mencintai dan mengikutinya [3:31-32].
5. Iman kepada Hari Akhir [3:185]. Konsekuensinya: mempersiapkan diri untuk menghadapiNya.
6. Iman kepada Takdir [22:7]. Konsekuensinya: berprinsip bahwa "Janganlah kita mempersoalkan apa-apa yang Allah ingin lakukan terhadap kita, tetapi kita harus melakukan apa-apa yang Allah ingin dari kita.”



REFERENSI

* Paket BP Nurul Fikri, Al-Iman
* DR. Muhammad Na'im, Yang Menguatkan Yang Membatalkan Iman,
* Abdul Majid Al-Zandany ,dkk, Al-Iman.



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pendahuluan Mentor membuka pertemuan dan menerangkan tujuan materi 5’
Pembukaan Mentor memberikan game dan hikmahnya 10’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 30’
Diskusi Mentor membuka forum diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan materi dan menutupnya dengan doa 5’



GAMES MATERI AL-IMAN

A. Judul : Rumah Kita

B. Skema/gambar :

3

2

1

a. Islam 1. ..........

b. Iman 2. ..........

c. Ihsan 3. ..........


C. Media : -Papan tulis dan spidol/kapur

-2 kelompok atau lebih

-Naskah pembahasan / materi

D. Bahan : -Gambar di atas dengan jawaban pilihan/

lembar jawaban

-Pembahasan materi tentang Iman, Islam dan

Ihsan

E. Langkah-langkah :

1. Setiap kelompok disuruh menentukan jawaban menjodohkan di atas berikut alasannya.
2. Diskusikan antar kelompok.
3. Cari kesamaan.
4. Mentor membahas jawaban yang benar, yaitu:

No. 1 ada1ah b (Iman)

No. 2 adalah a (Islam)

No. 3 adalah c (Ihsan)

(langsung dilanjutkan dengan materi Al-Iman).

KONSEP SUFI MAKNA ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN

5. MAKNA ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN


TUJUAN

* Peserta memahami makna Alhamdulillah dan Rabbul 'aalamiin
* Peserta termotivasi untuk mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupannya



METODE PENDEKATAN:

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN

Makna Alhamdulillah

Alhamdu = pujian terhadap suatu kebaikan yang didasari oleh ikhtiar. Allah memiliki prestasi yang tak mungkin disamai oleh manusia. Allah SWT dipuji atas keindahan nama-namaNya dan kebaikan perbuatanNya. Dalam Qur'an pujian terhadap Allah seperti dalam QS. 14: 39, QS. 27: 15 dan 93. Alasan Allah dipuji:

* Allah Maha Pembuat Prestasi [40:62]
* Allah Maha Indah dalam nama-namaNya [20: 8, QS 7:180]
* Allah maha baik dalam perbuatannya [32:7)
* Allah mencipta segala sesuatu berdasarkan pengetahuan iman kehendaknya [ 20: 111]

Makna Rohbul' alamin

* Rabb = Pemilik yang mengatur urusan hambaNya .
* Al-'Alamin= apa yang diketahui, berarti alam manusia dan jin dan kelompok-kelompok mereka 17. 80 dan 3: 42] .
* Sekurang-kurangnya harus ada 4 kata sekaligus untuk dapat menterjemahkan Rabb secara tepat dan sempurna, yaitu:



1. Allah sebagai Pencipta [2: 164]

Manusia tidak mencipta, ia hanya merekayasa, membuat dan menyusun. Manusia membuat sesuatu karena diilhami oleh fenomena ciptaan Allah, contoh helikopter yang diilhami oleh capung, sistem radar yang diilhami oleh cara kelelawar terbang di gua gelap. Sekalipun ia merekayasa atau menyusun bentuk baru pasti bahan bakunya diambil dari ciptaan Allah juga. A11ah sebagai pencipta menantang manusia untuk menciptakan lalat, dalam QS.15:73.

2. Allah sebagai Pemilik [14:2] Siapa yang mencipta pasti memiliki. Aksioma ini tidak berlaku bagi manusia, tapi berlaku mutlak bagi Allah SWT, karena Allah SWT mencipta atas iradat dan kehendakNya sendiri. Allah Pencipta dan otomatis Allah sebagai Pemiliknya.



3. Allah sebagai Pemelihara [15:9]

Allah memiliki sesuatu yang ia ciptakan sendiri, oleh karena itu Ia tidak akan lalai untuk menjaga dan memeliharanya.

4. Allah sebagai Penguasa [15:16-27]

Allah adalah sebagai Pencipta, Pemilik dan sekaligus Pemelihara atas alam semesta ini, tentu saja Dia adalah Penguasa mutlak atas semua yang ada di dalamnya. Apabila ada satu saja urusan atau aturan yang dilakukan atau diberlakukan oleh manusia secara nyata-nyata bertentangan dengan aturanNya, berarti manusia telah subversif kepadanya. Nauzu billaahi min dzalik!


REFERENSI

* Paket BP NurulFikri, Setetes Basmalah dan Hamdalah dalam Lautan Al-Fatihah
* Allamah, Thabathaba'i Tafsir AI- Mizan, Mengupas Surat Al-Fatihah, CV Firdaus



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 40’
Diskusi Saat untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’

KONSEP SUFI MAKNA BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

4. MAKNA BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

TUJUAN

* Peserta memahami makna bismillah
* Peserta memahami makna Ar-Rahman dan Ar-Rohiim
* Peserta membiasakan memulai suatu perbuatan dan kebajikan dengan basmalah



METODE PENDEKATAN:

* Ceramah dan Diskusi



RINCIAN BAHASAN
Pendahuluan

Ayat Basmalah termasuk Surat Al-Fatihah. Hadits, dari ad-Da'ru Quthni dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian membaca Surat AI-Fatihah, hendakIah kaIian membaca bismillahirahmaanirrahiim, karena ia termasuk ke dalam surat Al-Fatihah. Sedangkan Surat Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat, dan bismillahirrahmaanirrahiim termasuk ke dalam saIah satu ayatnya".

Makna Bismillah .

* Preposisi "Bi" = aku memulai.
* AL-Ism = Nama, menunjuk pada sesuatu/rerso yang dinamai .
* Allah = nama Tuhan, berasal dari kata al-Ilah

Bismillah memiliki dua makna:

1. Sebagai kalimat IZIN.

Bismillah bukan sebagai penukar kenikmatan, contohmya makan nasi dengan membaca bismillah akan sama nikmatnya dengan makan nasi tanpa baca bismillah, tapi bismillah merupakan kalimat izin bagi hamba Allah yang merasa hidumya hanya sekedar “menumpang”, karena sesungguhnya semua yang ada di atas dunia ini milik Allah dan manusia diberi kenikmatan untuk memakai fasiIitas Allah tsb.

2. Sebagai kalimat PENGAKUAN OTORITAS.

Yaitu rengakuan otoritas bagi hamba Allah yang menyadari bahwa sesungguhmya yang memiliki wewenang otoritas hanyalah Allah. Manusia hanya sebagai wakil Allah di muka bumi ini, bukan sebagai penguasa. Bila seseorang mengucapkan bismillahirrahmaanirrahim, ia telah menandai kehambaannya dengan nama Allah, ia mengokohkan jiwanya--yang dinisbahkan kepada hakikat kehambaan--dengan salah satu dari tanda-tanda Allah (Thabathabai: 21).

Makna Ar-Rahman

Ar-Rahman (Maha Pengasih), merupakan rahmat Allah dalam Bentuk sarana hidup Dilihat dari segi etimologisnya, Ar-Rahman berwazan " “fa’laan" yang menunjukkan banyak. Oleh karena itu rahmat Allah yang berupa sarana hidup ini diberikan untuk semua makhluk di alam semesta (rahmatan lil alamiin), baik manusia maupun binatang, baik muslim maupun kafir. Makna ini digunakan dalam Al-Qur’an [20: 5, 19:75]

Makna Ar-Rahiim

Ar-Rahiim: Maha Penyayang, merupakan rahmat Allah dalam Bentuk petunjuk hidup. Dilihat dari segi bahasanya, Ar-Rahiim berwazan (berpola) "fa'iil" yang menunjuk ketetapan dan kekekalan. Ar-Rahiim berupa rahmat Allah dalam bentuk petunjuk hidup, diberikan hanya untuk orang-orang yang beriman, menunjukkan kenikmatan yang terus menerus dan kekal. Dalam Qur'an makna Ar-Rahiim sererti terdapat pada Q.S. 33:43 dan QS 9:117. Ar-Rahman dan Ar-Rahiim Allah berikan bersama-sama kepada hamba-hambaNya sesuai pengucapannya yang utuh dan lengkap (selalu bismillahirrahmaanirrahim). Allah telah memberikan kepada manusia selain sarana hidup juga petunjuk hidup (hidayah). Tinggal manusia yang berusaha menggapAl retunjuk hidup (hidayah) tersebut. Fenomena sekarang, manusia umumnya menikmati sarana hidup tapi lupa/mencampakkan retunjuk hidup yang berharga. Manusia lupa, siapa yang memberikan sarana hidup tersebut, manusia menganggamya semata-mata atas usaha mereka, padahal semua sarana hidup tersebut Allah berikan gratis dan bersifat menyeluruh. Rasulullah menerangkan keutamaan seseorang yang mengucapkan basmalah dalam HR Abu Daud dan dihasankan oleh Ibnu Shalah: “Setiap urusan yang baik yang tidak diawali dengan Bismillaahirrahmaanirrahim maka tidak akan mendapat barokah”.

REFERENSI

* Paket BP Nurul Fikri, Setetes Basmalah dan HamdaIah
* Hasan Al-Banna, Kunci Memahami Al-Qur’an



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan tujuan materi 5’
Pendahuluan Mentor menanyakan pendapat tentang alasan mengapa memulai suatu pekerjaan dengan membaca basmalah 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 35’
Diskusi Saat untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’

KONSEP SUFI MAKNA AQIDAH ISLAMIY AH

3. AQIDAH ISLAMIY AH

TUJUAN

* Peserta memahami makna aqidah secara bahasa dan istilah
* Peserta memahami hubungan iman kepada Allah dengan aqidah lslam.
* Peserta memahami standard nilai aqidah lslam
* Peserta termotivasi untuk mengesakan Allah (tauhidullah)
* Peserta memahami makna dan jenis tauhid



METODE PENDEKATAN:

* Ceramah & diskusi



RINCIAN BAHASAN

Makna Aqidah

* Secara bahasa: 'Aqdun - 'Aqooid berarti akad atau ikatan. Ikatan yang mengikat manusia dengan aturan-aturan Allah dan nilai-nilai Islam.
* Secara istilah: aqidah ialah sesuatu yang wajib diyakini atau diimani tanpa keraguan



Hubungan Aqidah Islam dengan keimanan kepada Allah [ 4:136; 21:25; 16:35]. Aqidah merupakan misi da'wah yang dibawa oleh Rasul Allah yang pertama sampai dengan yang terakhir yang tidak berubah-ubah karena pergantian zaman dan tempat, atau karena perbedaan golongan atau masyarakat [42:13]. (Aqidah Islam, Sayid Sabiq, hal.18)

Hati merupakan standar penilaian aqidah [26:88-89], "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa atau bentuk kamu, tidak juga kepada jasadmu, tetapi Ia melihat kcpada hati dan perbuatanmu" (Hadits). Memahami aqidah dimulai dari tauhid [112:1-4]. Tauhid berasal dari kata wahhada yang berarti menjadikan satu. Jenis tauhid:

* Tauhid Uluhiyah (mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan/ ilah) .
* Tauhid Rububiyah (mengesakan Allah sebagai satu-satunya Rabb) .
* Tauhid asma dan sifat Allah (Allah memiliki nama sifat yang tidak dimiliki oleh selain Nya) :



REFERENSI

* DR Ibrahim Muhammad bin Abdullah Al-Buraikan, Pengantar Studi Aqidah lslam.
* Aqidah Seorang Muslim, Al-Ummah
* Sayid Sabiq, Aqidah Islam, Pola Hidup Manusia beriman, CV. Diponegoro



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Diskusi pendahuluan Mentor mengajukan pertanyaan tertutup dan terbuka 5’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 35’
Diskusi Mentor menyediakan waktu untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’

KONSEP SUFI MAKNA IKHLASUNNIYAH

2. IKHLASUNNIYAH

TUJUAN

* Pcserta memahami makna ikh1asunniyah baik secara bahasa maupun istilah.
* Peserta memahami pentingnya ikhlasunniyah dalam beramal.
* Peserta mengetahui cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikh1as.
* Peserta termotivasi untuk mempunyai niat yang ikhlas dalam beramal sehingga bernilai ibadah.



METODE PENDEKATAN

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Makna ikhlasunniyah

* Secara bahasa: - Ikhlas berasal dari kata khalasha yang berarti bersih/

murni.

- Niyat berarti Al-qoshdu, artinya maksud/tujuan.

* Secara istilah: Ikhlashunniyat berarti membersihkan maksud dan motivasi kepada Allah dari maksud dan niat lain. Hanya mengkhususkan Allah Azzawa Jalla sebagai tujuan dalam berbuat.



Perintah Allah untuk ikhlas dalam beramal: QS. 98:5, 7:29, 18:110.
Pentingnya Ikhlasunniyah

1. Merupakan ruhnya amal
2. Salah satu syarat diterimanya amal. “Allah Azza wa Jalla tidak menerima amaI kecuaIi apabila dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhaan-Nya semata”. (HR Abu Daud dan Nasa'i).

Syarat diterimanya amal atau perbuatan :

* Bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya
* Ikhlas dalam berniat
* Sesuai dengan syariat Islam (Al-Qur’an dan Sunnah)

3. Penentu nilai/kualitas suatu amal [4:125]. "Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat, dan bahwasannya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niiatkan. Maka barang siapa hijrah menuju (ridha) Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang hijrah karena dunia (harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya." (HR Bukhari Muslim)

4. Mendatangkan berkah dan pahala dari Allah [2:262, 4:145-146].



Cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikhlas

1. Menyerahkan segala datanya hanya kepada Allah, rasul dan akhirat.
2. Memerangi kesenangan hawa nafsu dunia.
3. Menyadari bahwa segala aspek kegiatan seorang muslim adalah ibadah [2:21, 51:56].



REFERENSI

* Imam Al-Ghazali, Ibnu Rajab Al-Hambali & Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pembersih Jiwa, Pustaka.
* Ibnu Taimiyyah, Etika Beramar Ma'ruf Nahi Munkar, GIP.
* Panduan Aktivis Harokah, hal. 42, Al-Ummah.




ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 40’
Diskusi Mentor memberikan kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’

Rabu, 19 Juni 2019

Konsep Sufi Makna Tawazun

1. TAWAZUN



TUJUAN

* Peserta memahami makna dan hakikat tawazun.
* Peserta mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri manusia dan kebutuhan-kebutuhannya.
* Peserta mengetahui contoh-contoh manusia yang tidak tawazun.
* Peserta termotivasi untuk dapat hidup tawazun.



METODE PENDEKATAN

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Makna dan Hakekat tawazun

Tawazun artinya keseimbangan. Sebagaimana Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan (67: 3).

Manusia dan agama lslam kedua-duanya merupakan ciptaan Allah yang sesuai dengan fitrah Allah. Mustahil Allah menciptakan agama lslam untuk manusia yang tidak sesuai Allah (30: 30). Ayat ini menjelaskan pada kita bahwa manusia itu diciptakan sesuai dengan fitrah Allah yaitu memiliki naluri beragama (agama tauhid: Al-Islam) dan Allah menghendaki manusia untuk tetap dalam fitrah itu. Kalau ada manusia yang tidak beragama tauhid, itu hanyalah karena pengaruh lingkungan (Hadits: Setiap bayi terlahir daIam keadaan fitrah (Islam) orang tuanyalah yang menjadikan ia sebagai Yahudi, Nasrani atau Majusi)

Sesuai dengan fitrah Allah, manusia memiliki 3 potensi, yaitu Al-Jasad (Jasmani), Al-Aql (akal) dan Ar-Ruh (rohani). Islam menghendaki ketiga dimensi tersebut berada dalam keadaan tawazun (seimbang). Perintah untuk menegakkan neraca keseimbangan ini dapat dilihat pada QS. 55: 7-9.

Ketiga potensi ini membutuhkan makanannya masing-masing. :

1. Jasmani.

Mu'min yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim). Kebutuhannya adalah makanan, yaitu makanan yang halaalan thayyiban (halal dan baik) [80:24, 2:168], beristiharat [78:9], kebutuhan biologis [30: 20-21] & hal-hal lain yang menjadikan jasmani kuat.

2. Akal

Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akalya. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal manusia mampu mengenal hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek. Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Allah diperuntukkan baginya

supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifatullah fil-ardh (wakil Allah di atas bumi) [2:30, 33:72]. Kebutuhan akal adalah ilmu [3:190] untuk pemenuhan sarana kehidupannya.

3. Ruh (hati)

Kebutuhannya adalah dzikrullah [13:28, 62:9-10]. Pemenuhan kebutuhan rohani sangat penting, agar roh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.

Dengan keseimbangan manusia dapat meraih kebahagian hakiki yang merupakan nikmat Allah. Karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. Untuk skala umat, ke-tawazunan akan menempatkan umat lslam menjadi umat pertengahan/ ummatan wasathon [2:143]. Kebahagiaan itu dapat berupa:

* Kebahagiaan bathin/jiwa, dalam Bentuk ketenangan jiwa [13:28]
* Kebahagian zhahir/gerak, dalam Bentuk kestabilan, ketenangan beribadah, bekerja dan aktivitas lainnya.

Dengan menyeimbangkan dirinya maka manusia tersebut tergolong sebagai hamba yang pandai mensyukuri nikmat Allah. Dialah yang disebut manusia seutuhnya.

Contoh-contoh manusia yang tidak tawazun

* Manusia Atheis: tidak mengakui Allah, hanya bersandar pada akal (rasio sebagai dasar) .
* Manusia Materialis: mementingkan masalah jasmani / materi saja.
* Manusia Pantheis (Kebatinan): bersandar pada hati/ batinnya saja.



REFERENSI

* Al-Qadiry , Seimbanglah dalam Beragama, Jakarta:GIP
* Silabus Materi Mentoring th 1994/995



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 40’
Diskusi Mentor memberikan kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’

Selasa, 18 Juni 2019

Tasawuf Online

Blog Sufi Bisa dilihat Sufi muda
Blog Isah Sufi bisa dilihat kisah sufi wordpress. 
Kisah sufi dari media isnet. 
Riwayat sufi blog bicara muslim. 
Para pemikir dot com. 
Riwayat Rabiatul Adawiyah.
Baitul Makmur Baca
Ka'bah di langit Baca
Baitul Makmur Baca
Dalilnya Baca
Kiblat para Malaikat Baca
Biografi Al Ghozali Baca

Teks Dzikrul Ghofilin

ذكر الغافلين

أستغفرالله العظيم الذى لااله الاهوالحى القيوم واتوب اليك. ثلاث مرات

أشهد ان لااله الاالله واشهد ان محمدا رسول الله. ثلاث مرات

إلى حضرة النبى المصطفى محمد صلى الله عليه وسلم ثم الى حضرة سيدى الشيخ عبد القادر الجيلانى وسيدى الشيخ ابى حامد محمد الغزالى وسيدى الشيخ الحبيب عبد الله ابن علوى الحداد رضيى الله عنهم لهم الفاتحة مائة مرات.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكاَفِى مَزِيْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَهْلِ بَيْتِهِ وَسَلِّمْ. اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِى اَنْ تَفْتَحَ لَناَ بِكُلِّ خَيْرٍ وَاَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ وَاَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ اَهْلِ الْخَيْرِ وَاَنْ تُعَامِلَنَا مُعَامَلتَكَ لِاَهْلِ الْخَيْرِ وَاَنْ تَحْفَظَنَا فِى اَدْياَنِنَا وَاَنْفُسِنَا وَاَوْلَادِنَا وَاَهْلِنَا وَاَصْحَابِنَا وَاَحْبَابِناَ وَذُرِّيَّاتِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَفِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرٍ اِنَّكَ وَلِىُّ كُلِّ خَيْرٍ وَمُتَفَضِّلُ بِكُلِّ خَيْرٍ وَمُعْطِ لِكُلِّ خَيْرٍ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

 اللَّهُ لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ. فاَ اللهُ خَيْرٌ حَافِظٌ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. هُوَ الله الَّذِى لَااِلَهَ اِلَّاهُوَ الرَّحْمَنُ جَلَّ جَلَالُهُ الرَّحِيمُ جَلَّ جَلَالُهُ الْمَلِكُ جَلَّ جَلَالُهُ الْقُدُّوسُ جَلَّ جَلَالُهُ السَّلامُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُؤْمِنُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُهَيْمِنُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْعَزِيْزُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْجَبَّارُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُتَكَبِّرُ جَلَّ جَلَالُهُ الْخَالِقُ جَلَّ جَلَالُهُ الْبَارِئُ جَلَّ جَلَالُهُ الْمُصَوِّرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْغَفَّارُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْقَهَّارُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَهَّابُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلرَّزَّاقُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْفَتَّاحُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْعَلِيْمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْقَابِضُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْبَاسِطُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْخَافِظُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلرَّافِعُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُعِزُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُذِلُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلسَّمِيْعُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْبَصِيْرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْحَكَمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْعَدْلُ جَلَّ جَلَالُهُ اَللَّطِيْفُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْخَبِيْرُ جَلَّ جَلَالُهُ اِلْحَلِيْمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْعَظِيْمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْغَفُوْرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلشَّكُوْرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْعَلِىُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْكَبِيْرُ جَلَّ جَلَالُهُ اِلْحَفِيْظُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُقِيْطُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْحَسِيْبُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْجَلِيْلُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْكَرِيْمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلرَّقِيْبُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُجِيْبُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَاسِعُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْحَكِيْمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَدُوْدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمَجِيْدُ  جَلَّ جَلَالُهُ اَلْبَاعِثُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلشَّهِيْدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْحَقُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَكِيْلُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْقَوِىُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمَتِيْنُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَلِىُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْحَمِيْدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُحْصِى جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُبْدِئُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُعِيْدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُحْىِ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُمِيْتُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْحَيُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْقَيُّوْمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَاجِدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمَاجِدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَاحِدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْاَحَدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلصَّمَدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْقَادِرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُقْتَدِرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُقَدِّمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُؤَخِّرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْاَوَّلُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْآخِرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلظَّاهِرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْبَاطِنُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَالِى جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُتَعَالِى جَلَّ جَلَالُهُ اَلْبَرُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلتَّوَّابُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُنْتَقِمُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْعَفُوُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلرَّئُوْفُ جَلَّ جَلَالُهُ مَلِكَ اْلُملْكِ جَلَّ جَلَالُهُ ذُوالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُقْسِطُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْجَامِعُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْغَنِىُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمُغْنِى جَلَّ جَلَالُهُ اَلْمَانِعُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلضَّارُّ جَلَّ جَلَالُهُ اَلنَّافِعُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلنُّوْرُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْهَادِى جَلَّ جَلَالُهُ اَلْبَدِيْعُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلْبَاقِى جَلَّ جَلَالُهُ اَلْوَارِثُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلرَّشِيْدُ جَلَّ جَلَالُهُ اَلصَّبُوْرُ جَلَّ جَلَالُهُ. اَلَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عشر مرات.

الى حضرة جميع الانبياء والمرسلين واولى العزم من الرسل وجميع الملائكة القربين عليهم الصلاة والسلام الفاتحة. ثلاث مرات.

صلوات المقربين

اللهم صلى على سيدنا جبريل وسيدنا ميكائيل وسيدنا اسرافيل وسيدنا عزرائيل وحملة العرش وعلى الملائكة القربين وعلى جميع الانبياء والمرسلين صلواة الله وسلامه عليهم اجمعين. ثلاث مرات.

والى حضرة شفيعنا سيدى السادات سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وازواجه واولاده وذرياته واله وأصحابه وخصوصا اهل بدر من المهاجرين والانصار رضى الله عنهم اجمعين وجميع اتبعه والشهداء والعلماء والاولياء والصالحين والمصنفين والمؤلفين وجدودنا وجداتنا وآبائنا وامهاتنا ومن له حقوق علينا غفرالله لنا ولهم الفاتحة. ثلاث مرات.

والى حضرة بحرالشفاعة سيدنا المحبوب محمد صلى الله عليه وسلم خاصة الفاتحة.

استغفروا ربكم انه كان غفارا انه هو الغفور الرحيم

استغفرالله العظيم. مائة مرات

ثم الى حضرة نبينا الخضر ابى العباس بليابن ملكان عليه السلام الفاتحة.

ثم الى حضرة سلطان الأوليآء الاول سيد شباب اهل الجنة سبط خير البرية  ابى محمد سيدنا الحسن بن على ابن ابى طالب واخيه الشهيد سيدنا الحسين ووالديهما سيدنا على بن أبى طالب وسيدتنا فاطمة الزهراء البتول رضى الله عنهم لهم الفاتحة.

ثم الى حضرة سيدى الشيخ محى الدين أبى محمد سلطان الاولياء الشيخ عبد القادر الجيلانى بن أبى صالح موسى جنكا دوسات وسيدى الشيخ محمد بهاء الدين النقشبندى وسيدى الشيخ أبى حميد محمد الغزالى واخيه الصغير سيدى الشيخ احمد الغزالى وسيدى الشيخ ابى بكر الشبلى وسيدى الشيخ القطب الغوث الحبيب عبد الله بن علوى الحداد رضيى الله عنهم لهم الفاتحة.

ثم الى حضرة سيدى الشيخ أبى يزيد الطيفور بن عيسى البسطامى وسيدى الشيخ شمس الدين محمد الحنفى وسيدى الشيخ يوسف بن اسماعيل النبهانى وسيدى الشيخ جلال الدين السيوطى وسيدى الشيخ أبى زكارى يحى بن شرف النواوى رضى الله عنهم لهم الفاتحة.

ثم الى حضرة سيدى الشيخ عبد الوهاب الشعرانى وسيدى الشيخ على نور الدين الشونى وسيدى الشيخ أبى العباس أحمد بن على البونى وسيدى الشيخ ابراهيم ابن ادهم وسيدى الشيخ إبراهيم الدسوقى رضى الله عنهم لهم الفاتحة.

ثم الى حضرة الشيخ أبى العباس شهاب الدين أحمد بن عمر الانصار المرسى وسيدى الشيخ أبى عبد الله أبى سعيد عبد الكريم محمد البوصيرى وسيدى الشيخ أبى حسن البكر وسيدى الشيخ أبى عبد الله محمد بن اسماعيل البخارى وسيدى الشيخ زين الدين بن عبد العزيز المليبارى الفنانى وسيدى الشيخ تاج الدين بن عطاء الله السكندارى رضى الله عنهم الفاتحة.

ثم الى حضرة الأئمة الأربعة المجتهدين أصحاب المذاهب الأربعة و خصوصا سيدى الشيخ الإمام محمد بن ادريس الشافعى وسيدى الشيخ أبى حفص عمر السهر وردى وسيدى الشيخ أبى مدين المغرابى وسيدى الشيخ  محمد بن مالك الأندالوسى وسيدى الشيخ أبى عبدالله محمد بن سليمان الجزولى وسيدى الشيخ محى الدين بن العرابى  الحاتمى وسيدى الشيخ عمران بن الحسين رضى الله عنهم لهم الفاتحة.

إن الله وملائكته يصلون على النبى ياآيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما.

صلى الله على محمد. ثلاث مائة مرات.

ثم الى حضرة القطب الكبيرسيدى الشيخ عبد السلام بن مشيش وسيدى الشيخ أبى الحسن على بن عبد الله بن عبد الجبار الشاذلى وسيدى الشيخ أبى محفوظ معروف الكرخى وسيدى الشيخ أبى حسن السر السقطى وسيدى الشيخ أبى القاسم الجنيد البغدادى وسيدى الشيخ أبى العباس أحمد البدوى وسيدى الشيخ أحمد بن الحسين الرفاعى وسيدى الشيخ أبى عبد الله النعمان رضى الله عنهم لهم الفاتحة مرتين.

ثم الى حضرة الإمام الحسن بن أبى الحسن ابى سعيد البصر وسيدتى ربيعة العداوية وسيدتى العبيدة بنت أبى كلاب رضى الله عنهم لهم الفاتحة

ثم الى حضرة أبى سليمان الدارانى وسيدى الشيخ أبى عبد الله الحارس ابن أسد المحاسب وسيدى الشيخ أبى الفيض ذى النون المصرى وسيدى الشيخ أبى زكريا يحى بن معاذ الرازى وسيدى الشيخ أبى صالح حمدون القصار النيسابورى وسيدى الشيخ الحسين بن المنصور الحلاج وسيدى الشيخ جلال الدين الرومى وسيدى الشيخ أبى حفص شرف الدين عمر بن الفارض الحموى المصرى رضى الله عنهم لهم الفاتحة. مرتين

 و إلى حضرة جميع الإخوان الذاكرين بذكر الغافلين والذاكرات الاحياء والاموات تغمد الله برحمة ومغفرة من الله ورضوان لهم الفاتحة. مرتين

ثم إلى حضرة الأحياء والاموات من جميع الصالحين من الاولياء رجال الله العارفين والعلماء العاملين و جميع الاولياء فى جاوة ومدورة وبالأخص جميع سونن-سونن والى ساعا أجمعين وسائر السادات الصوفية المحققين أينما كانوا من مشارق الأرض إلى مغاربها ان الله يجمعنا واياهم ويهدينا بهدايتهم ويحمينا بحمايتهم ويمدنا بمددهم ويعيد علينا من بركاتهم واسرارهم وانوارهم وعلومهم فى الدارين وإلى حضرة النبى المصطفى محمد المجتبى صلى الله عليه وسلم على مانوى السلف الصالح. لهم الفاتحة. ثلاث مرات.

نويت الذكر تقربا إلى الله وفداءً من النار ويخرج من المعاصى ويغفر من الذنب أفضل الذكر فاعلم أنه  : لا اله الله. مائة مرات.

لا اله الله محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم لامعبود الاالله لامقصود الاالله لامطلوب الاالله لاموجود الاالله.

مولاي صلى وسلم دائما ابدا على حبيبك  خيرخلق كلهم

هو الحبيب الذى ترجى شفاعته لكل هول من الاهوال مقتحم ثلاث مرات

يارب بالمصطفى بلغ مقاصدنا لامقصود عندنا الا انت ربنا

واغفرلنا ماماضى ياواسع الكرم من كثرة الذنوب فاغفرها يا منعم

رحمان يارحيم ارحمنا برحمتك يامنعم انعمنا دارين بنعمتك

حسبنا الله نعم الوكيل نعم المولى ونعم الناصر سلمنا من ضلالا.

لرسول الله صلى الله عليه وسلم الفاتحة

لصاحب البردة والدعاء الفاتحة

لقضاء حاجاتنا وحاجاتكم من حوائج الدنيا والاخرة الفاتحة

الدعاء ذكر الغافلين

بسم الله الرحمن الرحيم.

الحمد لله رب العالمين. حمدا يوافى نعامه ويكافى مزيده ياربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك. اللهم صل على سيدنا محمد الذى من خرق بمركبه البساط وعلى اله وصحبه وسلم وأجر لطفك الخفى فى امورى وفى امور المسلمين يارب العالمين. بسم الله ربى الله حسبى الله توكلت على الله واعتصمت بالله فوضت أمرى إلى الله ماشآء الله لاقوة إلا بالله. اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تنجينا بها من جميع المحن والإيحان والأهوال والبليات وتسلمنا بها من جميع الفتن والأسقام والأفات والعاهات وتطهرنا بها من جميع العيوب والسيئات وتغفرلنا بها من جميع الذنوب وتمحا بها عنا من جميع الخطيآت وتقضى لنا بها جميع ما نطلبه من الحاجات وترفعنا بها عندك اعلى الدرجات وتبلغنا بها أقص الغايات من جميع  الخيرات فى الحيات وبعد الممات وبارك وسلم عليه وعلى اله واصحابه وأزوجه وذرياته وأهل بيته ومن صلى عليه عدد ما فى علمك وصلاة دائمة بدوام ملكك. ربنا سهل امورنا وحصل مقاصدنا وبلغنا اليك ياالله يارحمن يارحيم. ربنا اجمعنا جمعا مرحوما. ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار. اللهم اقسم لنا من خشيتك ماتحول به بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ماتبلغنا به جنتك ومن اليقين ماتهون به علينا مصائب الدنيا. اللهم متعنا بأسماعنا وأبصارنا و قواتنا ماأحييتنا واجعله الوارث منا واجعل ثأرنا على من ظلمنا وانصرنا على من عادنا ولا تجعل مصيبتنا فى ديننا. واجعل الدنيا تحت ايدينا ولا تجعلها فى قلوبنا ولا تجعل الدنيا اكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلطنا علينا من لا يرحمنا. اللهم أنعشنا بالموتة الاولى والولادة الثانية وأحيينا فى الحياة الباقية فى هذه الدنيا الفانية. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد الفاتح لما اغلق والخاتم لما سبق وناصر الحق بالحق والهادى الى صراطك المستقيم وصلى الله عليه وعلى اله وأصحابه حق قدره ومقداره العظيم. سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.

دعاء الشعرى بعد ذكر الغافلين

آمين ياالله يارحمن يارحيم () أنت الجواد الحليم وأنت نعم المعين. ياحليم ياحنان ياملك يامبين () ولانطلب شيأ إلا أنت يامعين. ربنااستقم ذكرانا وذكر الغافلين () واجمعنا بالابرار خيارك الفائزين. شكوناك ربنا باب ضعف نفسنا () لتغفرنا غفار ولتحسنا. بدوام المعرفة أدم لقائنا () بحضرتك الهنا ياالهنا. سألناك الإستقامة فى تذكرك () واستقامتنا فى تشكر نعامك. ياكريم ياكريم انعمنا بنعمتك () ياأرحم الراحمين إرحمنا برحمتك. يالطيف ياخبير نجنا من المحن () ياقوى يامتين انجنا من الإحان. ياجليل بجلال اثبت الايمان () ربنا خير المنزيلين أنزل المنان. ربنا أحسن لنا ظاهرا وباطنا () مع حسن الظن بحضرتك يامنان. فعيران فنجنعان داندوسى كولا نيكى () لاهر باطن سرانا ماناه ساهى كع سوجى. وياعلم أعط لنا علما معملا () ولرعيتنا علمايدخل الجنان. القرآن كلام الله كلام الله الحنان () وأدخلنابذالك فراديس الجنان. ياحفيظ يانصير ياوكيل ياالله () بارك لنا ولهم أجمعينا يا الله. بجودك يا جواد يا واحد يا صمد () إجعلنا من الفائزين فوزا فى الأبد. ياسميع يا بصير يا واجد يا أحد () سألناك نعمة لا تحص أنت المعاد. وأنت صاحب كن فيكون إذا أراد () شيأ وجوده أنت مريد المراد. يا غنى ياحميد و يارزاق قد () رجونا سلامتنا فى الدارين فقد. بسمك العظيم حصل جميع ما قصد () ناه من ذكرك والتشكر فى الأوقد. يا على يا عظيم يا قهار بفض () لك سلمتنا من الأهوال والآفات. ياسلام ياسلام يا قاضي الحجات () يارافع ارفعنا عندك أعلى الدرجات. يا أول يا أخير سألناك بعد () لك رضاء مكرونا بحسن الإعتقاد. رب رب العزة قنا من المفسدات () سلمنا من الأهوال و من المهلكات. لقد حق قولك االمكتوب فى فرقنك () من عرافك بجدك لفى جنتك. سألتك رب صحة القلب والجسد () وعافية الأبدان والأهل والولد. وطول حياة فى كمال استقامة () وحفظا من الإعجاب والكبير والحسد. ورزقا حلالا واسعا غير ناقص () يكون لنا عونا على منهج الرشد. وحقك عرفنى ووفق إلهى للــ () قيام به فضلا وجودا مع المدد. وعرفنى حق المصطفى للقيام به () على ما تحبه وترضاه ياصمد. وعرفنى حق المسلمين بأسره () على ووفق للقيام على الأبد. بجاه النبى صلى الإله وسلم () عليه وآل دام والحمد للاحد.

دعاء الشعر قبل ذكرالغافلين

عباد الله رجال الله أغيسنا لأجل الله () وكونوا عوننا لله عسى نحظى بفضل الله. على الكافى صلاة الله على الشافى سلام الله () بمحى الدين خلصنا من البلواء يا الله. وياأقطب وياأنجاب وياساداد وياأحباب () وأنتم يا أول الباب تعالوا وانصروا لله. سالناكم سالناكم ولزلفى رجوناكم () وفى أمر قصدناكم فشد عزماكم لله. فياربى بساداتى تحاققلى اشارتى () عسى تأتى بشارتى ويشف واقتنا لله. بكشف الحجب عن عينى ورفع البين من بينى () وطمس الكيف والاين بنور الوجه يا الله. صلاة الله مولانا على من باالهداجانا () ومن بالحق أولانا شفيع الخلق عند الله. للبيك اللهم للبيك () للبيك لاشريك لك. للبيك ان الحمد لك () والملك لاشريك لك. يارب صل وسلم () على النبى خير الأنام. زرنا المكة وإلى زمزم () محمد عليه السلام. يارب زمزم والمقام () والركن والبيت الحرام. صلى على خير الانام () والآلـــ والصحب الكرام. ياربنا ياربنا () ياربنا ياربنا. ياربنا كن عوننا () للحج بالبيت الحرام. يارب بالبيت العتيق () سهل لنا حسن الطريق. واجعل لنا خير الرفيق () حتى نحج بالسلام. ياالله بها ياالله بها () ياالله بحسن الخاتمة. ياالله بها ياالله بها  () ياالله بحسن الخاتمة