Kamis, 20 Juni 2019

KONSEP SUFI MAKNA MA'RIFATULLAH

9. MA'RIFATULLAH

TUJUAN

* Peserta memahami makna dan maksud dari ma'rifatullah
* Peserta mengetahui manfaat dan pentingnya ma’rifatullah
* Peserta mengetahui jalan-jalan untuk mengenal Allah
* Peserta mengetahui hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah



METODE PENDEKATAN

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Makna Ma'rifatullah

* Ma'rifatullah berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma'rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya).



Pentingnya Mengenal Allah

* Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya (QS 51:56) dan tidak tertipu oleh dunia .
* Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus difahami manusia (QS 6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi sebab jika difahami memberikan keyakinan mendalam. Memahami Ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang [6:122] .
* Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting karena:

1. Berhubungan dengan obyeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.

2. Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan.

Jalan untuk mengenal Allah

1. Lewat akal:

* Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini:

o fenomena terjadinya alam (52:35)
o fenomena kehendak yang tinggi(67:3)
o fenomena kehidupan (24:45)
o fenomena petunjuk dan ilham (20:50)
o fenomena pengabulan doa (6:63)



* Ayat Qur'aniyah/ayat Allah di dalam Al-Qur’an:

o keindahan Al-Qur' an (2:23)
o pemberitahuan tentang umat yang lampau [9:70]
o pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55)

2. Lewat memahami Asma’ul Husna:

* Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)
* Allah sebagai pemberi rizqi (35:3, 11:6)
* Allah sebagai pemilik (2:284)
* dll. (59:22-24)

Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah

* Kesombongan (QS 7:146; 25:21).
* Dzalim (QS 4:153) .
* Bersandar pada panca indera (QS 2:55) .
* Dusta (QS 7:176) .
* Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27) .
* Berbuat kerusakan/Fasad .
* Lalai (QS 21:1-3) .
* Banyak berbuat ma’siyat .
* Ragu-ragu (QS 6:109-110)

Semua sifat diatas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka. (QS 2:6-7)

REFERENSI

Said Hawwa, Allah Jalla Jalaluhu

Aqidah Seorang Muslim 1, Al-Ummah

ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan sasaran materi Ma’rifatullah 5’
Diskusi

Pendahuluan
Mentor mengajukan pertanyaan tentang logika keberadaan Allah 5’
Ceramah Mentor mengurAlkan isi materi 30’
Diskusi Mentor menyediakan forum diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor merangkum/menyimpulkan isi materi sekaligus menutup dengan doa 10’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar