9. MA'RIFATULLAH
TUJUAN
* Peserta memahami makna dan maksud dari ma'rifatullah
* Peserta mengetahui manfaat dan pentingnya ma’rifatullah
* Peserta mengetahui jalan-jalan untuk mengenal Allah
* Peserta mengetahui hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah
METODE PENDEKATAN
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Makna Ma'rifatullah
* Ma'rifatullah berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma'rifah
berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah
tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya).
Pentingnya Mengenal Allah
* Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya (QS 51:56) dan tidak tertipu oleh dunia .
* Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus difahami
manusia (QS 6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang
mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi sebab jika
difahami memberikan keyakinan mendalam. Memahami Ma’rifatullah juga akan
mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah
yang terang [6:122] .
* Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting karena:
1. Berhubungan dengan obyeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.
2. Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan
keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan
kemenangan.
Jalan untuk mengenal Allah
1. Lewat akal:
* Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini:
o fenomena terjadinya alam (52:35)
o fenomena kehendak yang tinggi(67:3)
o fenomena kehidupan (24:45)
o fenomena petunjuk dan ilham (20:50)
o fenomena pengabulan doa (6:63)
* Ayat Qur'aniyah/ayat Allah di dalam Al-Qur’an:
o keindahan Al-Qur' an (2:23)
o pemberitahuan tentang umat yang lampau [9:70]
o pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55)
2. Lewat memahami Asma’ul Husna:
* Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)
* Allah sebagai pemberi rizqi (35:3, 11:6)
* Allah sebagai pemilik (2:284)
* dll. (59:22-24)
Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah
* Kesombongan (QS 7:146; 25:21).
* Dzalim (QS 4:153) .
* Bersandar pada panca indera (QS 2:55) .
* Dusta (QS 7:176) .
* Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27) .
* Berbuat kerusakan/Fasad .
* Lalai (QS 21:1-3) .
* Banyak berbuat ma’siyat .
* Ragu-ragu (QS 6:109-110)
Semua
sifat diatas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus
dibersihkan dari hati. Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah
mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di
neraka. (QS 2:6-7)
REFERENSI
Said Hawwa, Allah Jalla Jalaluhu
Aqidah Seorang Muslim 1, Al-Ummah
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan sasaran materi Ma’rifatullah 5’
Diskusi
Pendahuluan
Mentor mengajukan pertanyaan tentang logika keberadaan Allah 5’
Ceramah Mentor mengurAlkan isi materi 30’
Diskusi Mentor menyediakan forum diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor merangkum/menyimpulkan isi materi sekaligus menutup dengan doa 10’
Kamis, 20 Juni 2019
KONSEP SUFI MAKNA IHSAN
8. IHSAN
TUJUAN
* Peserta memahami hakekat ihsan dan balasan bagi orang-orang yang berbuat ihsan
* Peserta mengetahui landasan berbuat ihsan
* Peserta mengetahui cara beramal dengan ihsan
METODE PENDEKATAN
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Pengertian
* Ihsan dianalogikan sebagai atap bangunan Islam (Rukun iman adalah pondasi, Rukun Islam adalah bangunannya).
* Ihsan (perbuatan baik dan berkualitas) berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan keislaman seseorang. Jika seseorang berbuat ihsan, maka amal-amal Islam lainnya atan terpelihara dan tahan lama (sesuai dengan fungsinya sebagai atap bangunan Islam)
Landasan ihsan
1. Landasan Qauliy
"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat ihsan terhadap segala sesuatu. Maka jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang ihsan, dan hendaklah menajamkan pisau dan menyenangkan (menenangkan & menen-tramkan) hewan sembelihan itu” (HR Muslim). Tuntutan untuk berbuat ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal (terhadap segala sesuatu: manusia, hewan) dan optimal (terhadap yang hidup maupun yang akan mati)
2. Landasan Kauniy
Dengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunatullah setiap orang suka akan perbuatan yang ihsan.
Alasan Berbuat Ihsan
Ada dua alasan mengapa kita berbual ihsan:
1. Adanya Monitoring Allah (Muraqabatullah)
Dalam HR Muslim dikisahkan jawaban Rasul ketika ditanya malaikat Jibril yang menyamar sebagai manusia, tentang definisi ihsan: "Mengabdilah kamu kepada Allah seakan-akan kamu melihat Dia. Jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia meIihatmu".
2. Adanya Kebaikan Allah (Ihsanullah)
Allah telah memberikan nikmatnya yang besar kepada semua makhlukNya (QS. 28:77 QS. 55, QS. 108: 1-3)
Dengan mengingat Muraqabatullah dan Ihsanullah, maka sudah selayaknya kita ber-Ihsanun Niyah (berniat yang baik). Karena niat yang baik akan mengarahkan kita kepada:
1. Ikhlasun Niyat (Niat yang Ikh1as)
2. Itqonul 'Amal (Amal yang rapi)
3. Jaudatul Adaa' (Penyelesalan yang baik)
Jika seseorang beramal dan memenuhi kriteria di atas, maka ia telah memiliki Ihsanul 'Amal (Amal yang ihsan).
Ada 3 keuntungan jika sesorang meramal dengan amal yang ihsan:
1. Dicintai Allah [2:195]
2. Mendapat Pahala [33: 29]
3. Mendapat Pertolongan Allah [16:128]
Kesimpulan :
Jadi untuk beramal ihsan harus memenuhi kriteria:
1) Zhohirotul Ihsan (Penampakan Ihsan).
Artinya: Lakukan yang terbaik ! (Do your Best !)
2) Qiimatul Ihsan (Nilai Ihsan).
Artinya: Ikhlaslah selalu! (To be ikhlas, please!)
REFERENSI
* Paket BP Nurul Fikri, Ihsan
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor membuka pertemuan dan menyampaikan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 40’
Diskusi Saat diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
TUJUAN
* Peserta memahami hakekat ihsan dan balasan bagi orang-orang yang berbuat ihsan
* Peserta mengetahui landasan berbuat ihsan
* Peserta mengetahui cara beramal dengan ihsan
METODE PENDEKATAN
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Pengertian
* Ihsan dianalogikan sebagai atap bangunan Islam (Rukun iman adalah pondasi, Rukun Islam adalah bangunannya).
* Ihsan (perbuatan baik dan berkualitas) berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan keislaman seseorang. Jika seseorang berbuat ihsan, maka amal-amal Islam lainnya atan terpelihara dan tahan lama (sesuai dengan fungsinya sebagai atap bangunan Islam)
Landasan ihsan
1. Landasan Qauliy
"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat ihsan terhadap segala sesuatu. Maka jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang ihsan, dan hendaklah menajamkan pisau dan menyenangkan (menenangkan & menen-tramkan) hewan sembelihan itu” (HR Muslim). Tuntutan untuk berbuat ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal (terhadap segala sesuatu: manusia, hewan) dan optimal (terhadap yang hidup maupun yang akan mati)
2. Landasan Kauniy
Dengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunatullah setiap orang suka akan perbuatan yang ihsan.
Alasan Berbuat Ihsan
Ada dua alasan mengapa kita berbual ihsan:
1. Adanya Monitoring Allah (Muraqabatullah)
Dalam HR Muslim dikisahkan jawaban Rasul ketika ditanya malaikat Jibril yang menyamar sebagai manusia, tentang definisi ihsan: "Mengabdilah kamu kepada Allah seakan-akan kamu melihat Dia. Jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia meIihatmu".
2. Adanya Kebaikan Allah (Ihsanullah)
Allah telah memberikan nikmatnya yang besar kepada semua makhlukNya (QS. 28:77 QS. 55, QS. 108: 1-3)
Dengan mengingat Muraqabatullah dan Ihsanullah, maka sudah selayaknya kita ber-Ihsanun Niyah (berniat yang baik). Karena niat yang baik akan mengarahkan kita kepada:
1. Ikhlasun Niyat (Niat yang Ikh1as)
2. Itqonul 'Amal (Amal yang rapi)
3. Jaudatul Adaa' (Penyelesalan yang baik)
Jika seseorang beramal dan memenuhi kriteria di atas, maka ia telah memiliki Ihsanul 'Amal (Amal yang ihsan).
Ada 3 keuntungan jika sesorang meramal dengan amal yang ihsan:
1. Dicintai Allah [2:195]
2. Mendapat Pahala [33: 29]
3. Mendapat Pertolongan Allah [16:128]
Kesimpulan :
Jadi untuk beramal ihsan harus memenuhi kriteria:
1) Zhohirotul Ihsan (Penampakan Ihsan).
Artinya: Lakukan yang terbaik ! (Do your Best !)
2) Qiimatul Ihsan (Nilai Ihsan).
Artinya: Ikhlaslah selalu! (To be ikhlas, please!)
REFERENSI
* Paket BP Nurul Fikri, Ihsan
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor membuka pertemuan dan menyampaikan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 40’
Diskusi Saat diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
KONSEP SUFI MAKNA RUKUN ISLAM
7. RUKUN ISLAM
TUJUAN :
* Peserta memahami makna dan hakikat Rukun Islam
* Peserta mengetahui tuntutan Rukun Islam di dalam kehidupan seorang muslim
* Peserta termotivasi untuk mengamalkan Rukun Islam dengan benar
METODE PENDEKATAN
* Games
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Makna dan Hakikat Rukun Islam
Islam dibangun di atas lima dasar, yaitu Rukun Islam. Ibarat sebuah rumah, Rukun Islam merupakan tiang-tiang atau penyangga bangunan keislaman seseorang. Di dalamnya tercakup hukum-hukum Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. "Sesungguhnya Islam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di buIan Ramadhan" (HR. Bukhari Muslim). Bagi siapa saja yang telah mengerjakan Rukun Islam yang lima, belum berarti bahwa ia telah total masuk ke dalam Islam. Ia baru membangun landasan bagi amal-amalnya yang lain.
Rukun Islam merupakan landasan operasional dari Rukun Iman. Belum cukup dikatakan beriman hanya dengan megerjakan Rukun Islam tanpa ada upaya untuk menegakkannya. Rukun Islam merupakan training/pelatihan bagi orang mukmin menuju mardhotillah/keridhoan Allah.
* Syahadat adalah agreement (perjanjian) antara seorang muslim dengan Allah SWT [7.172]. Seseorang yang telah menyatakan Laa ilaaha ilallaah berarti telah siap untuk fight (bertarung) melawan segala bentuk ilah di luar Allah di da1am kehidupannya [29:2].
* Shalat adalah training: sebagai latihan agar setiap muslim di dalam kehidupannya adalah dalam rangka sujud (beribadah) kepada Allah [6:162]
* Zakat adalah training, yaitu sebagai latihan agar menginfakkan hartanya, karena setiap harta seorang muslim adalah milik Allah.[57:7, 59:7]. "Engkau ambil zakat itu dari orang-orang kaya mereka dan engkau kembalikan kepada orang-orang fakir mereka” (HR Mutafaqun ‘alahi).
* Shoum adalah training, yaitu sebagai latihan pengendalian kebiasaan pada jasmani, yaitu makan dan minum dan ruhani, yaitu hawa nafsu. [2:185]
* Haji adalah training, yaitu sebagai latihan dalam pengorbanan jiwa dan harta di jalan Allah, mengamalkan persatuan dan persamaan derajat dengan sesama manusia. [22:27-28]
REFERENSI
* Paket BP Nurul Fikri, Al-Islam,
* Sa'id Hawwa, Al-Islam
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pendahuluan Mentor membuka pertemuan dan menerangkan tujuan materi 5’
Pembukaan Mentor memberikan game dan hikmahnya 10’
Ceramah Mentor menerangkan isi materi 30’
Diskusi Mentor membuka diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
GAMES
A. JuduI : Games Lima Garis
B. Skema/ gambar :
C. Media : Papan tulis dan kapur
D. Bahan : Materi Rukun Islam
E. Langkah-langkah :
1. Bentuk kelompok atau perorangan
2. Mentor membuat lima garis di papan tulis seperti di atas
3. Mintalah pendapat masing-masing kelompok tentang persepsi dari gambar tersebut
4. Biasanya didapatkan pendapat yang bcrbeda-beda (mis: barisan, tingkatan, lidi), buatlah kesepakatan bahwa gambar tersebut adalah Rukun lslam
5. Mintalah komentar lagi, apa itu Rukun Islam?
F. Kesimpulan :
1. Rukun Islam merupakan karakteristik seorang muslim bila dibandingkan Dengan umat lain
2. Dilaksanakannya Rukun Islam merupakan standar keimanan seorang muslim. Kita bisa membedakan kualitas keimanan seorang muslim dengan melihat dikerjakan atau tidaknya ibadah tersebut.
3. Diri kita belum sempurna membentuk pribadi Islam secara lengkap, sekalipun kita telah melaksanakan Rukun Islam, itu belum final untuk membangun keislaman dalam diri kita. Masih perlu ada pemahaman Iman yang benar agat terhindar dari muslim yang TBC (Takhyul, Bid'ah, Churafat/Khurafat).
4. Masih perlu peningkatan Akhlaqul Karimah, sehingga keislaman yang dimiliki menjadi indah dan dapat merasakan lezatnya iman Islam.
5. Harus ada proses pembinaan Islam secara kontinu dan bertahap untuk mendapatkan pemahaman Islam yang utuh.
TUJUAN :
* Peserta memahami makna dan hakikat Rukun Islam
* Peserta mengetahui tuntutan Rukun Islam di dalam kehidupan seorang muslim
* Peserta termotivasi untuk mengamalkan Rukun Islam dengan benar
METODE PENDEKATAN
* Games
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Makna dan Hakikat Rukun Islam
Islam dibangun di atas lima dasar, yaitu Rukun Islam. Ibarat sebuah rumah, Rukun Islam merupakan tiang-tiang atau penyangga bangunan keislaman seseorang. Di dalamnya tercakup hukum-hukum Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. "Sesungguhnya Islam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di buIan Ramadhan" (HR. Bukhari Muslim). Bagi siapa saja yang telah mengerjakan Rukun Islam yang lima, belum berarti bahwa ia telah total masuk ke dalam Islam. Ia baru membangun landasan bagi amal-amalnya yang lain.
Rukun Islam merupakan landasan operasional dari Rukun Iman. Belum cukup dikatakan beriman hanya dengan megerjakan Rukun Islam tanpa ada upaya untuk menegakkannya. Rukun Islam merupakan training/pelatihan bagi orang mukmin menuju mardhotillah/keridhoan Allah.
* Syahadat adalah agreement (perjanjian) antara seorang muslim dengan Allah SWT [7.172]. Seseorang yang telah menyatakan Laa ilaaha ilallaah berarti telah siap untuk fight (bertarung) melawan segala bentuk ilah di luar Allah di da1am kehidupannya [29:2].
* Shalat adalah training: sebagai latihan agar setiap muslim di dalam kehidupannya adalah dalam rangka sujud (beribadah) kepada Allah [6:162]
* Zakat adalah training, yaitu sebagai latihan agar menginfakkan hartanya, karena setiap harta seorang muslim adalah milik Allah.[57:7, 59:7]. "Engkau ambil zakat itu dari orang-orang kaya mereka dan engkau kembalikan kepada orang-orang fakir mereka” (HR Mutafaqun ‘alahi).
* Shoum adalah training, yaitu sebagai latihan pengendalian kebiasaan pada jasmani, yaitu makan dan minum dan ruhani, yaitu hawa nafsu. [2:185]
* Haji adalah training, yaitu sebagai latihan dalam pengorbanan jiwa dan harta di jalan Allah, mengamalkan persatuan dan persamaan derajat dengan sesama manusia. [22:27-28]
REFERENSI
* Paket BP Nurul Fikri, Al-Islam,
* Sa'id Hawwa, Al-Islam
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pendahuluan Mentor membuka pertemuan dan menerangkan tujuan materi 5’
Pembukaan Mentor memberikan game dan hikmahnya 10’
Ceramah Mentor menerangkan isi materi 30’
Diskusi Mentor membuka diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
GAMES
A. JuduI : Games Lima Garis
B. Skema/ gambar :
C. Media : Papan tulis dan kapur
D. Bahan : Materi Rukun Islam
E. Langkah-langkah :
1. Bentuk kelompok atau perorangan
2. Mentor membuat lima garis di papan tulis seperti di atas
3. Mintalah pendapat masing-masing kelompok tentang persepsi dari gambar tersebut
4. Biasanya didapatkan pendapat yang bcrbeda-beda (mis: barisan, tingkatan, lidi), buatlah kesepakatan bahwa gambar tersebut adalah Rukun lslam
5. Mintalah komentar lagi, apa itu Rukun Islam?
F. Kesimpulan :
1. Rukun Islam merupakan karakteristik seorang muslim bila dibandingkan Dengan umat lain
2. Dilaksanakannya Rukun Islam merupakan standar keimanan seorang muslim. Kita bisa membedakan kualitas keimanan seorang muslim dengan melihat dikerjakan atau tidaknya ibadah tersebut.
3. Diri kita belum sempurna membentuk pribadi Islam secara lengkap, sekalipun kita telah melaksanakan Rukun Islam, itu belum final untuk membangun keislaman dalam diri kita. Masih perlu ada pemahaman Iman yang benar agat terhindar dari muslim yang TBC (Takhyul, Bid'ah, Churafat/Khurafat).
4. Masih perlu peningkatan Akhlaqul Karimah, sehingga keislaman yang dimiliki menjadi indah dan dapat merasakan lezatnya iman Islam.
5. Harus ada proses pembinaan Islam secara kontinu dan bertahap untuk mendapatkan pemahaman Islam yang utuh.
KONSEP SUFI MAKNA AL IMAN
6. AL- IMAN
TUJUAN
* Peserta memahami hubungan antara Iman, Islam dan Ihsan
* Peserta memahami hakekat iman
* Peserta mengetahui cara-cara mengimani Rukun Iman dengan benar sehingga termotivasi untuk melakukanNya.
METODE PENDEKATAN
* Games
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Pendahuluan
Konsep-konsep tentang Iman, Islam dan Ihsan mungkin sudah pernah kita pelajari. Namun ternyata gambaran yang kita miliki selama ini belum cukup valid (shohih) dan integral (syamiil), karena kita melihat Iman, Islam dan Ihsan secara sektoral dan terpisah satu sama lain. Padahal ketiga konsep tersebut adalah merupakan satu bangunan yang dapat disebut sebagai RUMAH KITA, yang secara global terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1. RUKUN IMAN, yang berfungsi sebagai lapisan fondasinya.
2. RUKUN ISLAM, yang berfungsi sebagai tiang penyangganya.
3. IHSAN, yang berfungsi sebagai atapnya.
Artinya: tegaknya Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas pondasinya dan daya tahan Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas atapnya. Jadi satu sama lain saling membantu, menguatkan dan memelihara.
Hakikat Iman
Pengertian Iman menurut ahlussunah : Iman terdiri dari tiga unsur, yaitu pembenaran dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Jadi, Iman adalah keyakinan dan sekaligus juga amal [49:15].
Rukun Iman
Rukun Iman merupakan basis konsepsional atau landasan idiil yang mendasari pemikiran, ucapan dan tindakan seorang muslim. Artinya: seorang muslim yang beriman maka pemikiran, ucapan dan tindakannya tidak akan bertentangan dengan keimanannya kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Taqdir dan Kiamat. Orang yang beriman haruslah beriman kepada enam Rukun iman (2:285, 4:136) dan Hadits Ketika Nabi ditanya Malaikat Jibril tentang iman, maka jawab Nabi. ”Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitabNya, kepada Utusan-utusanNya, kepada Hari Kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada Qodar yang baik dan yang buruk" (HR Muslim), barangsiapa yang mengingkari salah satunya maka ia telah mengingkari seluruh Rukun Iman.
1. Iman kepada Allah SWT . Konsekuensinya : mencintai Allah SWT [2:165]. Tanda-tandanya: lihat QS 8:2. Akibatnya: ikh1ash dalam menjalankan perintah-perintahNya.
2. Iman kepada Malaikat [50:16-18]. Konsekuensinya: tidak mungkin Seorang mu'min berbuat ma'siat karena selalu ditongkrongi Malaikat.
3. Iman kepada Kitab-Kitab [2:2, 20:1-3] Konsekuensinya: menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
4. Iman kepada Nabi dan Rasul [33:40]. Konsekuensinya: mencintai dan mengikutinya [3:31-32].
5. Iman kepada Hari Akhir [3:185]. Konsekuensinya: mempersiapkan diri untuk menghadapiNya.
6. Iman kepada Takdir [22:7]. Konsekuensinya: berprinsip bahwa "Janganlah kita mempersoalkan apa-apa yang Allah ingin lakukan terhadap kita, tetapi kita harus melakukan apa-apa yang Allah ingin dari kita.”
REFERENSI
* Paket BP Nurul Fikri, Al-Iman
* DR. Muhammad Na'im, Yang Menguatkan Yang Membatalkan Iman,
* Abdul Majid Al-Zandany ,dkk, Al-Iman.
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pendahuluan Mentor membuka pertemuan dan menerangkan tujuan materi 5’
Pembukaan Mentor memberikan game dan hikmahnya 10’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 30’
Diskusi Mentor membuka forum diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan materi dan menutupnya dengan doa 5’
GAMES MATERI AL-IMAN
A. Judul : Rumah Kita
B. Skema/gambar :
3
2
1
a. Islam 1. ..........
b. Iman 2. ..........
c. Ihsan 3. ..........
C. Media : -Papan tulis dan spidol/kapur
-2 kelompok atau lebih
-Naskah pembahasan / materi
D. Bahan : -Gambar di atas dengan jawaban pilihan/
lembar jawaban
-Pembahasan materi tentang Iman, Islam dan
Ihsan
E. Langkah-langkah :
1. Setiap kelompok disuruh menentukan jawaban menjodohkan di atas berikut alasannya.
2. Diskusikan antar kelompok.
3. Cari kesamaan.
4. Mentor membahas jawaban yang benar, yaitu:
No. 1 ada1ah b (Iman)
No. 2 adalah a (Islam)
No. 3 adalah c (Ihsan)
(langsung dilanjutkan dengan materi Al-Iman).
TUJUAN
* Peserta memahami hubungan antara Iman, Islam dan Ihsan
* Peserta memahami hakekat iman
* Peserta mengetahui cara-cara mengimani Rukun Iman dengan benar sehingga termotivasi untuk melakukanNya.
METODE PENDEKATAN
* Games
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Pendahuluan
Konsep-konsep tentang Iman, Islam dan Ihsan mungkin sudah pernah kita pelajari. Namun ternyata gambaran yang kita miliki selama ini belum cukup valid (shohih) dan integral (syamiil), karena kita melihat Iman, Islam dan Ihsan secara sektoral dan terpisah satu sama lain. Padahal ketiga konsep tersebut adalah merupakan satu bangunan yang dapat disebut sebagai RUMAH KITA, yang secara global terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1. RUKUN IMAN, yang berfungsi sebagai lapisan fondasinya.
2. RUKUN ISLAM, yang berfungsi sebagai tiang penyangganya.
3. IHSAN, yang berfungsi sebagai atapnya.
Artinya: tegaknya Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas pondasinya dan daya tahan Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas atapnya. Jadi satu sama lain saling membantu, menguatkan dan memelihara.
Hakikat Iman
Pengertian Iman menurut ahlussunah : Iman terdiri dari tiga unsur, yaitu pembenaran dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Jadi, Iman adalah keyakinan dan sekaligus juga amal [49:15].
Rukun Iman
Rukun Iman merupakan basis konsepsional atau landasan idiil yang mendasari pemikiran, ucapan dan tindakan seorang muslim. Artinya: seorang muslim yang beriman maka pemikiran, ucapan dan tindakannya tidak akan bertentangan dengan keimanannya kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Taqdir dan Kiamat. Orang yang beriman haruslah beriman kepada enam Rukun iman (2:285, 4:136) dan Hadits Ketika Nabi ditanya Malaikat Jibril tentang iman, maka jawab Nabi. ”Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitabNya, kepada Utusan-utusanNya, kepada Hari Kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada Qodar yang baik dan yang buruk" (HR Muslim), barangsiapa yang mengingkari salah satunya maka ia telah mengingkari seluruh Rukun Iman.
1. Iman kepada Allah SWT . Konsekuensinya : mencintai Allah SWT [2:165]. Tanda-tandanya: lihat QS 8:2. Akibatnya: ikh1ash dalam menjalankan perintah-perintahNya.
2. Iman kepada Malaikat [50:16-18]. Konsekuensinya: tidak mungkin Seorang mu'min berbuat ma'siat karena selalu ditongkrongi Malaikat.
3. Iman kepada Kitab-Kitab [2:2, 20:1-3] Konsekuensinya: menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
4. Iman kepada Nabi dan Rasul [33:40]. Konsekuensinya: mencintai dan mengikutinya [3:31-32].
5. Iman kepada Hari Akhir [3:185]. Konsekuensinya: mempersiapkan diri untuk menghadapiNya.
6. Iman kepada Takdir [22:7]. Konsekuensinya: berprinsip bahwa "Janganlah kita mempersoalkan apa-apa yang Allah ingin lakukan terhadap kita, tetapi kita harus melakukan apa-apa yang Allah ingin dari kita.”
REFERENSI
* Paket BP Nurul Fikri, Al-Iman
* DR. Muhammad Na'im, Yang Menguatkan Yang Membatalkan Iman,
* Abdul Majid Al-Zandany ,dkk, Al-Iman.
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pendahuluan Mentor membuka pertemuan dan menerangkan tujuan materi 5’
Pembukaan Mentor memberikan game dan hikmahnya 10’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 30’
Diskusi Mentor membuka forum diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan materi dan menutupnya dengan doa 5’
GAMES MATERI AL-IMAN
A. Judul : Rumah Kita
B. Skema/gambar :
3
2
1
a. Islam 1. ..........
b. Iman 2. ..........
c. Ihsan 3. ..........
C. Media : -Papan tulis dan spidol/kapur
-2 kelompok atau lebih
-Naskah pembahasan / materi
D. Bahan : -Gambar di atas dengan jawaban pilihan/
lembar jawaban
-Pembahasan materi tentang Iman, Islam dan
Ihsan
E. Langkah-langkah :
1. Setiap kelompok disuruh menentukan jawaban menjodohkan di atas berikut alasannya.
2. Diskusikan antar kelompok.
3. Cari kesamaan.
4. Mentor membahas jawaban yang benar, yaitu:
No. 1 ada1ah b (Iman)
No. 2 adalah a (Islam)
No. 3 adalah c (Ihsan)
(langsung dilanjutkan dengan materi Al-Iman).
KONSEP SUFI MAKNA ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN
5. MAKNA ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN
TUJUAN
* Peserta memahami makna Alhamdulillah dan Rabbul 'aalamiin
* Peserta termotivasi untuk mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupannya
METODE PENDEKATAN:
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Makna Alhamdulillah
Alhamdu = pujian terhadap suatu kebaikan yang didasari oleh ikhtiar. Allah memiliki prestasi yang tak mungkin disamai oleh manusia. Allah SWT dipuji atas keindahan nama-namaNya dan kebaikan perbuatanNya. Dalam Qur'an pujian terhadap Allah seperti dalam QS. 14: 39, QS. 27: 15 dan 93. Alasan Allah dipuji:
* Allah Maha Pembuat Prestasi [40:62]
* Allah Maha Indah dalam nama-namaNya [20: 8, QS 7:180]
* Allah maha baik dalam perbuatannya [32:7)
* Allah mencipta segala sesuatu berdasarkan pengetahuan iman kehendaknya [ 20: 111]
Makna Rohbul' alamin
* Rabb = Pemilik yang mengatur urusan hambaNya .
* Al-'Alamin= apa yang diketahui, berarti alam manusia dan jin dan kelompok-kelompok mereka 17. 80 dan 3: 42] .
* Sekurang-kurangnya harus ada 4 kata sekaligus untuk dapat menterjemahkan Rabb secara tepat dan sempurna, yaitu:
1. Allah sebagai Pencipta [2: 164]
Manusia tidak mencipta, ia hanya merekayasa, membuat dan menyusun. Manusia membuat sesuatu karena diilhami oleh fenomena ciptaan Allah, contoh helikopter yang diilhami oleh capung, sistem radar yang diilhami oleh cara kelelawar terbang di gua gelap. Sekalipun ia merekayasa atau menyusun bentuk baru pasti bahan bakunya diambil dari ciptaan Allah juga. A11ah sebagai pencipta menantang manusia untuk menciptakan lalat, dalam QS.15:73.
2. Allah sebagai Pemilik [14:2] Siapa yang mencipta pasti memiliki. Aksioma ini tidak berlaku bagi manusia, tapi berlaku mutlak bagi Allah SWT, karena Allah SWT mencipta atas iradat dan kehendakNya sendiri. Allah Pencipta dan otomatis Allah sebagai Pemiliknya.
3. Allah sebagai Pemelihara [15:9]
Allah memiliki sesuatu yang ia ciptakan sendiri, oleh karena itu Ia tidak akan lalai untuk menjaga dan memeliharanya.
4. Allah sebagai Penguasa [15:16-27]
Allah adalah sebagai Pencipta, Pemilik dan sekaligus Pemelihara atas alam semesta ini, tentu saja Dia adalah Penguasa mutlak atas semua yang ada di dalamnya. Apabila ada satu saja urusan atau aturan yang dilakukan atau diberlakukan oleh manusia secara nyata-nyata bertentangan dengan aturanNya, berarti manusia telah subversif kepadanya. Nauzu billaahi min dzalik!
REFERENSI
* Paket BP NurulFikri, Setetes Basmalah dan Hamdalah dalam Lautan Al-Fatihah
* Allamah, Thabathaba'i Tafsir AI- Mizan, Mengupas Surat Al-Fatihah, CV Firdaus
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 40’
Diskusi Saat untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
TUJUAN
* Peserta memahami makna Alhamdulillah dan Rabbul 'aalamiin
* Peserta termotivasi untuk mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupannya
METODE PENDEKATAN:
* Ceramah dan diskusi
RINCIAN BAHASAN
Makna Alhamdulillah
Alhamdu = pujian terhadap suatu kebaikan yang didasari oleh ikhtiar. Allah memiliki prestasi yang tak mungkin disamai oleh manusia. Allah SWT dipuji atas keindahan nama-namaNya dan kebaikan perbuatanNya. Dalam Qur'an pujian terhadap Allah seperti dalam QS. 14: 39, QS. 27: 15 dan 93. Alasan Allah dipuji:
* Allah Maha Pembuat Prestasi [40:62]
* Allah Maha Indah dalam nama-namaNya [20: 8, QS 7:180]
* Allah maha baik dalam perbuatannya [32:7)
* Allah mencipta segala sesuatu berdasarkan pengetahuan iman kehendaknya [ 20: 111]
Makna Rohbul' alamin
* Rabb = Pemilik yang mengatur urusan hambaNya .
* Al-'Alamin= apa yang diketahui, berarti alam manusia dan jin dan kelompok-kelompok mereka 17. 80 dan 3: 42] .
* Sekurang-kurangnya harus ada 4 kata sekaligus untuk dapat menterjemahkan Rabb secara tepat dan sempurna, yaitu:
1. Allah sebagai Pencipta [2: 164]
Manusia tidak mencipta, ia hanya merekayasa, membuat dan menyusun. Manusia membuat sesuatu karena diilhami oleh fenomena ciptaan Allah, contoh helikopter yang diilhami oleh capung, sistem radar yang diilhami oleh cara kelelawar terbang di gua gelap. Sekalipun ia merekayasa atau menyusun bentuk baru pasti bahan bakunya diambil dari ciptaan Allah juga. A11ah sebagai pencipta menantang manusia untuk menciptakan lalat, dalam QS.15:73.
2. Allah sebagai Pemilik [14:2] Siapa yang mencipta pasti memiliki. Aksioma ini tidak berlaku bagi manusia, tapi berlaku mutlak bagi Allah SWT, karena Allah SWT mencipta atas iradat dan kehendakNya sendiri. Allah Pencipta dan otomatis Allah sebagai Pemiliknya.
3. Allah sebagai Pemelihara [15:9]
Allah memiliki sesuatu yang ia ciptakan sendiri, oleh karena itu Ia tidak akan lalai untuk menjaga dan memeliharanya.
4. Allah sebagai Penguasa [15:16-27]
Allah adalah sebagai Pencipta, Pemilik dan sekaligus Pemelihara atas alam semesta ini, tentu saja Dia adalah Penguasa mutlak atas semua yang ada di dalamnya. Apabila ada satu saja urusan atau aturan yang dilakukan atau diberlakukan oleh manusia secara nyata-nyata bertentangan dengan aturanNya, berarti manusia telah subversif kepadanya. Nauzu billaahi min dzalik!
REFERENSI
* Paket BP NurulFikri, Setetes Basmalah dan Hamdalah dalam Lautan Al-Fatihah
* Allamah, Thabathaba'i Tafsir AI- Mizan, Mengupas Surat Al-Fatihah, CV Firdaus
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 40’
Diskusi Saat untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
KONSEP SUFI MAKNA BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
4. MAKNA BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
TUJUAN
* Peserta memahami makna bismillah
* Peserta memahami makna Ar-Rahman dan Ar-Rohiim
* Peserta membiasakan memulai suatu perbuatan dan kebajikan dengan basmalah
METODE PENDEKATAN:
* Ceramah dan Diskusi
RINCIAN BAHASAN
Pendahuluan
Ayat Basmalah termasuk Surat Al-Fatihah. Hadits, dari ad-Da'ru Quthni dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian membaca Surat AI-Fatihah, hendakIah kaIian membaca bismillahirahmaanirrahiim, karena ia termasuk ke dalam surat Al-Fatihah. Sedangkan Surat Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat, dan bismillahirrahmaanirrahiim termasuk ke dalam saIah satu ayatnya".
Makna Bismillah .
* Preposisi "Bi" = aku memulai.
* AL-Ism = Nama, menunjuk pada sesuatu/rerso yang dinamai .
* Allah = nama Tuhan, berasal dari kata al-Ilah
Bismillah memiliki dua makna:
1. Sebagai kalimat IZIN.
Bismillah bukan sebagai penukar kenikmatan, contohmya makan nasi dengan membaca bismillah akan sama nikmatnya dengan makan nasi tanpa baca bismillah, tapi bismillah merupakan kalimat izin bagi hamba Allah yang merasa hidumya hanya sekedar “menumpang”, karena sesungguhnya semua yang ada di atas dunia ini milik Allah dan manusia diberi kenikmatan untuk memakai fasiIitas Allah tsb.
2. Sebagai kalimat PENGAKUAN OTORITAS.
Yaitu rengakuan otoritas bagi hamba Allah yang menyadari bahwa sesungguhmya yang memiliki wewenang otoritas hanyalah Allah. Manusia hanya sebagai wakil Allah di muka bumi ini, bukan sebagai penguasa. Bila seseorang mengucapkan bismillahirrahmaanirrahim, ia telah menandai kehambaannya dengan nama Allah, ia mengokohkan jiwanya--yang dinisbahkan kepada hakikat kehambaan--dengan salah satu dari tanda-tanda Allah (Thabathabai: 21).
Makna Ar-Rahman
Ar-Rahman (Maha Pengasih), merupakan rahmat Allah dalam Bentuk sarana hidup Dilihat dari segi etimologisnya, Ar-Rahman berwazan " “fa’laan" yang menunjukkan banyak. Oleh karena itu rahmat Allah yang berupa sarana hidup ini diberikan untuk semua makhluk di alam semesta (rahmatan lil alamiin), baik manusia maupun binatang, baik muslim maupun kafir. Makna ini digunakan dalam Al-Qur’an [20: 5, 19:75]
Makna Ar-Rahiim
Ar-Rahiim: Maha Penyayang, merupakan rahmat Allah dalam Bentuk petunjuk hidup. Dilihat dari segi bahasanya, Ar-Rahiim berwazan (berpola) "fa'iil" yang menunjuk ketetapan dan kekekalan. Ar-Rahiim berupa rahmat Allah dalam bentuk petunjuk hidup, diberikan hanya untuk orang-orang yang beriman, menunjukkan kenikmatan yang terus menerus dan kekal. Dalam Qur'an makna Ar-Rahiim sererti terdapat pada Q.S. 33:43 dan QS 9:117. Ar-Rahman dan Ar-Rahiim Allah berikan bersama-sama kepada hamba-hambaNya sesuai pengucapannya yang utuh dan lengkap (selalu bismillahirrahmaanirrahim). Allah telah memberikan kepada manusia selain sarana hidup juga petunjuk hidup (hidayah). Tinggal manusia yang berusaha menggapAl retunjuk hidup (hidayah) tersebut. Fenomena sekarang, manusia umumnya menikmati sarana hidup tapi lupa/mencampakkan retunjuk hidup yang berharga. Manusia lupa, siapa yang memberikan sarana hidup tersebut, manusia menganggamya semata-mata atas usaha mereka, padahal semua sarana hidup tersebut Allah berikan gratis dan bersifat menyeluruh. Rasulullah menerangkan keutamaan seseorang yang mengucapkan basmalah dalam HR Abu Daud dan dihasankan oleh Ibnu Shalah: “Setiap urusan yang baik yang tidak diawali dengan Bismillaahirrahmaanirrahim maka tidak akan mendapat barokah”.
REFERENSI
* Paket BP Nurul Fikri, Setetes Basmalah dan HamdaIah
* Hasan Al-Banna, Kunci Memahami Al-Qur’an
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan tujuan materi 5’
Pendahuluan Mentor menanyakan pendapat tentang alasan mengapa memulai suatu pekerjaan dengan membaca basmalah 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 35’
Diskusi Saat untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
TUJUAN
* Peserta memahami makna bismillah
* Peserta memahami makna Ar-Rahman dan Ar-Rohiim
* Peserta membiasakan memulai suatu perbuatan dan kebajikan dengan basmalah
METODE PENDEKATAN:
* Ceramah dan Diskusi
RINCIAN BAHASAN
Pendahuluan
Ayat Basmalah termasuk Surat Al-Fatihah. Hadits, dari ad-Da'ru Quthni dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian membaca Surat AI-Fatihah, hendakIah kaIian membaca bismillahirahmaanirrahiim, karena ia termasuk ke dalam surat Al-Fatihah. Sedangkan Surat Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat, dan bismillahirrahmaanirrahiim termasuk ke dalam saIah satu ayatnya".
Makna Bismillah .
* Preposisi "Bi" = aku memulai.
* AL-Ism = Nama, menunjuk pada sesuatu/rerso yang dinamai .
* Allah = nama Tuhan, berasal dari kata al-Ilah
Bismillah memiliki dua makna:
1. Sebagai kalimat IZIN.
Bismillah bukan sebagai penukar kenikmatan, contohmya makan nasi dengan membaca bismillah akan sama nikmatnya dengan makan nasi tanpa baca bismillah, tapi bismillah merupakan kalimat izin bagi hamba Allah yang merasa hidumya hanya sekedar “menumpang”, karena sesungguhnya semua yang ada di atas dunia ini milik Allah dan manusia diberi kenikmatan untuk memakai fasiIitas Allah tsb.
2. Sebagai kalimat PENGAKUAN OTORITAS.
Yaitu rengakuan otoritas bagi hamba Allah yang menyadari bahwa sesungguhmya yang memiliki wewenang otoritas hanyalah Allah. Manusia hanya sebagai wakil Allah di muka bumi ini, bukan sebagai penguasa. Bila seseorang mengucapkan bismillahirrahmaanirrahim, ia telah menandai kehambaannya dengan nama Allah, ia mengokohkan jiwanya--yang dinisbahkan kepada hakikat kehambaan--dengan salah satu dari tanda-tanda Allah (Thabathabai: 21).
Makna Ar-Rahman
Ar-Rahman (Maha Pengasih), merupakan rahmat Allah dalam Bentuk sarana hidup Dilihat dari segi etimologisnya, Ar-Rahman berwazan " “fa’laan" yang menunjukkan banyak. Oleh karena itu rahmat Allah yang berupa sarana hidup ini diberikan untuk semua makhluk di alam semesta (rahmatan lil alamiin), baik manusia maupun binatang, baik muslim maupun kafir. Makna ini digunakan dalam Al-Qur’an [20: 5, 19:75]
Makna Ar-Rahiim
Ar-Rahiim: Maha Penyayang, merupakan rahmat Allah dalam Bentuk petunjuk hidup. Dilihat dari segi bahasanya, Ar-Rahiim berwazan (berpola) "fa'iil" yang menunjuk ketetapan dan kekekalan. Ar-Rahiim berupa rahmat Allah dalam bentuk petunjuk hidup, diberikan hanya untuk orang-orang yang beriman, menunjukkan kenikmatan yang terus menerus dan kekal. Dalam Qur'an makna Ar-Rahiim sererti terdapat pada Q.S. 33:43 dan QS 9:117. Ar-Rahman dan Ar-Rahiim Allah berikan bersama-sama kepada hamba-hambaNya sesuai pengucapannya yang utuh dan lengkap (selalu bismillahirrahmaanirrahim). Allah telah memberikan kepada manusia selain sarana hidup juga petunjuk hidup (hidayah). Tinggal manusia yang berusaha menggapAl retunjuk hidup (hidayah) tersebut. Fenomena sekarang, manusia umumnya menikmati sarana hidup tapi lupa/mencampakkan retunjuk hidup yang berharga. Manusia lupa, siapa yang memberikan sarana hidup tersebut, manusia menganggamya semata-mata atas usaha mereka, padahal semua sarana hidup tersebut Allah berikan gratis dan bersifat menyeluruh. Rasulullah menerangkan keutamaan seseorang yang mengucapkan basmalah dalam HR Abu Daud dan dihasankan oleh Ibnu Shalah: “Setiap urusan yang baik yang tidak diawali dengan Bismillaahirrahmaanirrahim maka tidak akan mendapat barokah”.
REFERENSI
* Paket BP Nurul Fikri, Setetes Basmalah dan HamdaIah
* Hasan Al-Banna, Kunci Memahami Al-Qur’an
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan tujuan materi 5’
Pendahuluan Mentor menanyakan pendapat tentang alasan mengapa memulai suatu pekerjaan dengan membaca basmalah 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 35’
Diskusi Saat untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
KONSEP SUFI MAKNA AQIDAH ISLAMIY AH
3. AQIDAH ISLAMIY AH
TUJUAN
* Peserta memahami makna aqidah secara bahasa dan istilah
* Peserta memahami hubungan iman kepada Allah dengan aqidah lslam.
* Peserta memahami standard nilai aqidah lslam
* Peserta termotivasi untuk mengesakan Allah (tauhidullah)
* Peserta memahami makna dan jenis tauhid
METODE PENDEKATAN:
* Ceramah & diskusi
RINCIAN BAHASAN
Makna Aqidah
* Secara bahasa: 'Aqdun - 'Aqooid berarti akad atau ikatan. Ikatan yang mengikat manusia dengan aturan-aturan Allah dan nilai-nilai Islam.
* Secara istilah: aqidah ialah sesuatu yang wajib diyakini atau diimani tanpa keraguan
Hubungan Aqidah Islam dengan keimanan kepada Allah [ 4:136; 21:25; 16:35]. Aqidah merupakan misi da'wah yang dibawa oleh Rasul Allah yang pertama sampai dengan yang terakhir yang tidak berubah-ubah karena pergantian zaman dan tempat, atau karena perbedaan golongan atau masyarakat [42:13]. (Aqidah Islam, Sayid Sabiq, hal.18)
Hati merupakan standar penilaian aqidah [26:88-89], "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa atau bentuk kamu, tidak juga kepada jasadmu, tetapi Ia melihat kcpada hati dan perbuatanmu" (Hadits). Memahami aqidah dimulai dari tauhid [112:1-4]. Tauhid berasal dari kata wahhada yang berarti menjadikan satu. Jenis tauhid:
* Tauhid Uluhiyah (mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan/ ilah) .
* Tauhid Rububiyah (mengesakan Allah sebagai satu-satunya Rabb) .
* Tauhid asma dan sifat Allah (Allah memiliki nama sifat yang tidak dimiliki oleh selain Nya) :
REFERENSI
* DR Ibrahim Muhammad bin Abdullah Al-Buraikan, Pengantar Studi Aqidah lslam.
* Aqidah Seorang Muslim, Al-Ummah
* Sayid Sabiq, Aqidah Islam, Pola Hidup Manusia beriman, CV. Diponegoro
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Diskusi pendahuluan Mentor mengajukan pertanyaan tertutup dan terbuka 5’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 35’
Diskusi Mentor menyediakan waktu untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
TUJUAN
* Peserta memahami makna aqidah secara bahasa dan istilah
* Peserta memahami hubungan iman kepada Allah dengan aqidah lslam.
* Peserta memahami standard nilai aqidah lslam
* Peserta termotivasi untuk mengesakan Allah (tauhidullah)
* Peserta memahami makna dan jenis tauhid
METODE PENDEKATAN:
* Ceramah & diskusi
RINCIAN BAHASAN
Makna Aqidah
* Secara bahasa: 'Aqdun - 'Aqooid berarti akad atau ikatan. Ikatan yang mengikat manusia dengan aturan-aturan Allah dan nilai-nilai Islam.
* Secara istilah: aqidah ialah sesuatu yang wajib diyakini atau diimani tanpa keraguan
Hubungan Aqidah Islam dengan keimanan kepada Allah [ 4:136; 21:25; 16:35]. Aqidah merupakan misi da'wah yang dibawa oleh Rasul Allah yang pertama sampai dengan yang terakhir yang tidak berubah-ubah karena pergantian zaman dan tempat, atau karena perbedaan golongan atau masyarakat [42:13]. (Aqidah Islam, Sayid Sabiq, hal.18)
Hati merupakan standar penilaian aqidah [26:88-89], "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa atau bentuk kamu, tidak juga kepada jasadmu, tetapi Ia melihat kcpada hati dan perbuatanmu" (Hadits). Memahami aqidah dimulai dari tauhid [112:1-4]. Tauhid berasal dari kata wahhada yang berarti menjadikan satu. Jenis tauhid:
* Tauhid Uluhiyah (mengesakan Allah sebagai satu-satunya sesembahan/ ilah) .
* Tauhid Rububiyah (mengesakan Allah sebagai satu-satunya Rabb) .
* Tauhid asma dan sifat Allah (Allah memiliki nama sifat yang tidak dimiliki oleh selain Nya) :
REFERENSI
* DR Ibrahim Muhammad bin Abdullah Al-Buraikan, Pengantar Studi Aqidah lslam.
* Aqidah Seorang Muslim, Al-Ummah
* Sayid Sabiq, Aqidah Islam, Pola Hidup Manusia beriman, CV. Diponegoro
ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Diskusi pendahuluan Mentor mengajukan pertanyaan tertutup dan terbuka 5’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 35’
Diskusi Mentor menyediakan waktu untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’
Langganan:
Postingan (Atom)