Minggu, 12 Juli 2020

DOA MUSTAJAB

01. Doa Pagi Hari Baca
02. Bacaan Tahlil Baca
03. Doa Bulan Romadon Baca
04. Doa Bulan Sya'ban Baca
05. Doa Tahajud Baca
06. Doa Thowaf Baca
07. Doa Tolak Balak Virus Baca
08. Kumpulan Doa dari Qur'an Baca
09. Nama-Nama Auliya' Baca
10. Doa Khotmil Quran Baca
11. Doa Dzikrul Ghofilin Baca
12. Doa Asyuro Baca
13. Doa Awal dan Akhir Tahun Baca 
14. Doa Selamat Baca
15. Doa Thowaf Baca
16. Teks Dzikrul Ghofilin Baca
17. Doa Bercahaya, Doa Rasulullah Baca
18. Doa Terhindar Ajaran Sesat Baca
19. Doa Untuk Kedua Ortu yang Wafat Baca
20. Doa Sayyidina Ali RA Baca
21. Doa Agar Bercahaya Baca
22. Doa Siti Fatimatus Zahra Baca  
23. Doa Agar Terhindar dari Ajaran Sesat Baca
24. Kalamun Qodim Baca
25. Doa Hizib Sulaiman Baca  dan Baca
26. Doa Lam Yahtalim 5 ciri2 Rasulullah Baca
27. Doa Setelah Shalat Fardhu Dengan Artinya Baca
28. Doa Rasulullah Yang Diajarkan Kepada Siti Fathimah Baca 
29. Doa Nabi Daud Agar Memperoleh Cinta Sejati Allah Baca
30. Hadis ttg keutamaan Dzikir Baca dan Baca
31. Rahasia Dzikir Laqod Ja akum Baca
32. Doa Nylameti Weton Kelahiran Baca
33. Amalan 10 Muharram Baca dan Baca dan Baca dan Baca dan Baca dan Baca dan Baca 
34. Dahsyatnya Dzikir Laa Haula Baca
35. Dzikir merupakan obat segala penyakit Baca
36. Doa ketika sakitt Baca
37. Manfaat Dzikir menurut Quran Baca
38. Doa menyembuhkan penyakit Baca
39. Shalawat Lihifdzil Quran Baca

Kamis, 20 Juni 2019

KONSEP SUFI MAKNA MA'RIFATULLAH

9. MA'RIFATULLAH

TUJUAN

* Peserta memahami makna dan maksud dari ma'rifatullah
* Peserta mengetahui manfaat dan pentingnya ma’rifatullah
* Peserta mengetahui jalan-jalan untuk mengenal Allah
* Peserta mengetahui hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah



METODE PENDEKATAN

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Makna Ma'rifatullah

* Ma'rifatullah berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma'rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya).



Pentingnya Mengenal Allah

* Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya (QS 51:56) dan tidak tertipu oleh dunia .
* Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus difahami manusia (QS 6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi sebab jika difahami memberikan keyakinan mendalam. Memahami Ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang [6:122] .
* Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting karena:

1. Berhubungan dengan obyeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.

2. Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan.

Jalan untuk mengenal Allah

1. Lewat akal:

* Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini:

o fenomena terjadinya alam (52:35)
o fenomena kehendak yang tinggi(67:3)
o fenomena kehidupan (24:45)
o fenomena petunjuk dan ilham (20:50)
o fenomena pengabulan doa (6:63)



* Ayat Qur'aniyah/ayat Allah di dalam Al-Qur’an:

o keindahan Al-Qur' an (2:23)
o pemberitahuan tentang umat yang lampau [9:70]
o pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55)

2. Lewat memahami Asma’ul Husna:

* Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)
* Allah sebagai pemberi rizqi (35:3, 11:6)
* Allah sebagai pemilik (2:284)
* dll. (59:22-24)

Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah

* Kesombongan (QS 7:146; 25:21).
* Dzalim (QS 4:153) .
* Bersandar pada panca indera (QS 2:55) .
* Dusta (QS 7:176) .
* Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27) .
* Berbuat kerusakan/Fasad .
* Lalai (QS 21:1-3) .
* Banyak berbuat ma’siyat .
* Ragu-ragu (QS 6:109-110)

Semua sifat diatas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka. (QS 2:6-7)

REFERENSI

Said Hawwa, Allah Jalla Jalaluhu

Aqidah Seorang Muslim 1, Al-Ummah

ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan sasaran materi Ma’rifatullah 5’
Diskusi

Pendahuluan
Mentor mengajukan pertanyaan tentang logika keberadaan Allah 5’
Ceramah Mentor mengurAlkan isi materi 30’
Diskusi Mentor menyediakan forum diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor merangkum/menyimpulkan isi materi sekaligus menutup dengan doa 10’

KONSEP SUFI MAKNA IHSAN

8. IHSAN


TUJUAN

* Peserta memahami hakekat ihsan dan balasan bagi orang-orang yang berbuat ihsan
* Peserta mengetahui landasan berbuat ihsan
* Peserta mengetahui cara beramal dengan ihsan



METODE PENDEKATAN

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Pengertian

* Ihsan dianalogikan sebagai atap bangunan Islam (Rukun iman adalah pondasi, Rukun Islam adalah bangunannya).
* Ihsan (perbuatan baik dan berkualitas) berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan keislaman seseorang. Jika seseorang berbuat ihsan, maka amal-amal Islam lainnya atan terpelihara dan tahan lama (sesuai dengan fungsinya sebagai atap bangunan Islam)

Landasan ihsan

1. Landasan Qauliy

"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat ihsan terhadap segala sesuatu. Maka jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang ihsan, dan hendaklah menajamkan pisau dan menyenangkan (menenangkan & menen-tramkan) hewan sembelihan itu” (HR Muslim). Tuntutan untuk berbuat ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal (terhadap segala sesuatu: manusia, hewan) dan optimal (terhadap yang hidup maupun yang akan mati)

2. Landasan Kauniy

Dengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunatullah setiap orang suka akan perbuatan yang ihsan.

Alasan Berbuat Ihsan

Ada dua alasan mengapa kita berbual ihsan:

1. Adanya Monitoring Allah (Muraqabatullah)

Dalam HR Muslim dikisahkan jawaban Rasul ketika ditanya malaikat Jibril yang menyamar sebagai manusia, tentang definisi ihsan: "Mengabdilah kamu kepada Allah seakan-akan kamu melihat Dia. Jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia meIihatmu".

2. Adanya Kebaikan Allah (Ihsanullah)

Allah telah memberikan nikmatnya yang besar kepada semua makhlukNya (QS. 28:77 QS. 55, QS. 108: 1-3)

Dengan mengingat Muraqabatullah dan Ihsanullah, maka sudah selayaknya kita ber-Ihsanun Niyah (berniat yang baik). Karena niat yang baik akan mengarahkan kita kepada:

1. Ikhlasun Niyat (Niat yang Ikh1as)
2. Itqonul 'Amal (Amal yang rapi)
3. Jaudatul Adaa' (Penyelesalan yang baik)

Jika seseorang beramal dan memenuhi kriteria di atas, maka ia telah memiliki Ihsanul 'Amal (Amal yang ihsan).

Ada 3 keuntungan jika sesorang meramal dengan amal yang ihsan:

1. Dicintai Allah [2:195]
2. Mendapat Pahala [33: 29]
3. Mendapat Pertolongan Allah [16:128]



Kesimpulan :

Jadi untuk beramal ihsan harus memenuhi kriteria:

1) Zhohirotul Ihsan (Penampakan Ihsan).

Artinya: Lakukan yang terbaik ! (Do your Best !)

2) Qiimatul Ihsan (Nilai Ihsan).

Artinya: Ikhlaslah selalu! (To be ikhlas, please!)

REFERENSI

* Paket BP Nurul Fikri, Ihsan



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor membuka pertemuan dan menyampaikan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 40’
Diskusi Saat diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’







KONSEP SUFI MAKNA RUKUN ISLAM

7. RUKUN ISLAM


TUJUAN :

* Peserta memahami makna dan hakikat Rukun Islam
* Peserta mengetahui tuntutan Rukun Islam di dalam kehidupan seorang muslim
* Peserta termotivasi untuk mengamalkan Rukun Islam dengan benar



METODE PENDEKATAN

* Games
* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN

Makna dan Hakikat Rukun Islam

Islam dibangun di atas lima dasar, yaitu Rukun Islam. Ibarat sebuah rumah, Rukun Islam merupakan tiang-tiang atau penyangga bangunan keislaman seseorang. Di dalamnya tercakup hukum-hukum Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. "Sesungguhnya Islam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di buIan Ramadhan" (HR. Bukhari Muslim). Bagi siapa saja yang telah mengerjakan Rukun Islam yang lima, belum berarti bahwa ia telah total masuk ke dalam Islam. Ia baru membangun landasan bagi amal-amalnya yang lain.

Rukun Islam merupakan landasan operasional dari Rukun Iman. Belum cukup dikatakan beriman hanya dengan megerjakan Rukun Islam tanpa ada upaya untuk menegakkannya. Rukun Islam merupakan training/pelatihan bagi orang mukmin menuju mardhotillah/keridhoan Allah.

* Syahadat adalah agreement (perjanjian) antara seorang muslim dengan Allah SWT [7.172]. Seseorang yang telah menyatakan Laa ilaaha ilallaah berarti telah siap untuk fight (bertarung) melawan segala bentuk ilah di luar Allah di da1am kehidupannya [29:2].
* Shalat adalah training: sebagai latihan agar setiap muslim di dalam kehidupannya adalah dalam rangka sujud (beribadah) kepada Allah [6:162]
* Zakat adalah training, yaitu sebagai latihan agar menginfakkan hartanya, karena setiap harta seorang muslim adalah milik Allah.[57:7, 59:7]. "Engkau ambil zakat itu dari orang-orang kaya mereka dan engkau kembalikan kepada orang-orang fakir mereka” (HR Mutafaqun ‘alahi).
* Shoum adalah training, yaitu sebagai latihan pengendalian kebiasaan pada jasmani, yaitu makan dan minum dan ruhani, yaitu hawa nafsu. [2:185]
* Haji adalah training, yaitu sebagai latihan dalam pengorbanan jiwa dan harta di jalan Allah, mengamalkan persatuan dan persamaan derajat dengan sesama manusia. [22:27-28]



REFERENSI

* Paket BP Nurul Fikri, Al-Islam,
* Sa'id Hawwa, Al-Islam



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pendahuluan Mentor membuka pertemuan dan menerangkan tujuan materi 5’
Pembukaan Mentor memberikan game dan hikmahnya 10’
Ceramah Mentor menerangkan isi materi 30’
Diskusi Mentor membuka diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’



GAMES

A. JuduI : Games Lima Garis

B. Skema/ gambar :




C. Media : Papan tulis dan kapur

D. Bahan : Materi Rukun Islam

E. Langkah-langkah :

1. Bentuk kelompok atau perorangan
2. Mentor membuat lima garis di papan tulis seperti di atas
3. Mintalah pendapat masing-masing kelompok tentang persepsi dari gambar tersebut
4. Biasanya didapatkan pendapat yang bcrbeda-beda (mis: barisan, tingkatan, lidi), buatlah kesepakatan bahwa gambar tersebut adalah Rukun lslam
5. Mintalah komentar lagi, apa itu Rukun Islam?



F. Kesimpulan :

1. Rukun Islam merupakan karakteristik seorang muslim bila dibandingkan Dengan umat lain



2. Dilaksanakannya Rukun Islam merupakan standar keimanan seorang muslim. Kita bisa membedakan kualitas keimanan seorang muslim dengan melihat dikerjakan atau tidaknya ibadah tersebut.
3. Diri kita belum sempurna membentuk pribadi Islam secara lengkap, sekalipun kita telah melaksanakan Rukun Islam, itu belum final untuk membangun keislaman dalam diri kita. Masih perlu ada pemahaman Iman yang benar agat terhindar dari muslim yang TBC (Takhyul, Bid'ah, Churafat/Khurafat).
4. Masih perlu peningkatan Akhlaqul Karimah, sehingga keislaman yang dimiliki menjadi indah dan dapat merasakan lezatnya iman Islam.
5. Harus ada proses pembinaan Islam secara kontinu dan bertahap untuk mendapatkan pemahaman Islam yang utuh.

KONSEP SUFI MAKNA AL IMAN

6. AL- IMAN

TUJUAN

* Peserta memahami hubungan antara Iman, Islam dan Ihsan
* Peserta memahami hakekat iman
* Peserta mengetahui cara-cara mengimani Rukun Iman dengan benar sehingga termotivasi untuk melakukanNya.



METODE PENDEKATAN

* Games
* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN
Pendahuluan

Konsep-konsep tentang Iman, Islam dan Ihsan mungkin sudah pernah kita pelajari. Namun ternyata gambaran yang kita miliki selama ini belum cukup valid (shohih) dan integral (syamiil), karena kita melihat Iman, Islam dan Ihsan secara sektoral dan terpisah satu sama lain. Padahal ketiga konsep tersebut adalah merupakan satu bangunan yang dapat disebut sebagai RUMAH KITA, yang secara global terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :

1. RUKUN IMAN, yang berfungsi sebagai lapisan fondasinya.
2. RUKUN ISLAM, yang berfungsi sebagai tiang penyangganya.
3. IHSAN, yang berfungsi sebagai atapnya.

Artinya: tegaknya Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas pondasinya dan daya tahan Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas atapnya. Jadi satu sama lain saling membantu, menguatkan dan memelihara.
Hakikat Iman

Pengertian Iman menurut ahlussunah : Iman terdiri dari tiga unsur, yaitu pembenaran dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Jadi, Iman adalah keyakinan dan sekaligus juga amal [49:15].
Rukun Iman

Rukun Iman merupakan basis konsepsional atau landasan idiil yang mendasari pemikiran, ucapan dan tindakan seorang muslim. Artinya: seorang muslim yang beriman maka pemikiran, ucapan dan tindakannya tidak akan bertentangan dengan keimanannya kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Taqdir dan Kiamat. Orang yang beriman haruslah beriman kepada enam Rukun iman (2:285, 4:136) dan Hadits Ketika Nabi ditanya Malaikat Jibril tentang iman, maka jawab Nabi. ”Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitabNya, kepada Utusan-utusanNya, kepada Hari Kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada Qodar yang baik dan yang buruk" (HR Muslim), barangsiapa yang mengingkari salah satunya maka ia telah mengingkari seluruh Rukun Iman.

1. Iman kepada Allah SWT . Konsekuensinya : mencintai Allah SWT [2:165]. Tanda-tandanya: lihat QS 8:2. Akibatnya: ikh1ash dalam menjalankan perintah-perintahNya.
2. Iman kepada Malaikat [50:16-18]. Konsekuensinya: tidak mungkin Seorang mu'min berbuat ma'siat karena selalu ditongkrongi Malaikat.
3. Iman kepada Kitab-Kitab [2:2, 20:1-3] Konsekuensinya: menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
4. Iman kepada Nabi dan Rasul [33:40]. Konsekuensinya: mencintai dan mengikutinya [3:31-32].
5. Iman kepada Hari Akhir [3:185]. Konsekuensinya: mempersiapkan diri untuk menghadapiNya.
6. Iman kepada Takdir [22:7]. Konsekuensinya: berprinsip bahwa "Janganlah kita mempersoalkan apa-apa yang Allah ingin lakukan terhadap kita, tetapi kita harus melakukan apa-apa yang Allah ingin dari kita.”



REFERENSI

* Paket BP Nurul Fikri, Al-Iman
* DR. Muhammad Na'im, Yang Menguatkan Yang Membatalkan Iman,
* Abdul Majid Al-Zandany ,dkk, Al-Iman.



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pendahuluan Mentor membuka pertemuan dan menerangkan tujuan materi 5’
Pembukaan Mentor memberikan game dan hikmahnya 10’
Ceramah Mentor menyampaikan rincian bahasan 30’
Diskusi Mentor membuka forum diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan materi dan menutupnya dengan doa 5’



GAMES MATERI AL-IMAN

A. Judul : Rumah Kita

B. Skema/gambar :

3

2

1

a. Islam 1. ..........

b. Iman 2. ..........

c. Ihsan 3. ..........


C. Media : -Papan tulis dan spidol/kapur

-2 kelompok atau lebih

-Naskah pembahasan / materi

D. Bahan : -Gambar di atas dengan jawaban pilihan/

lembar jawaban

-Pembahasan materi tentang Iman, Islam dan

Ihsan

E. Langkah-langkah :

1. Setiap kelompok disuruh menentukan jawaban menjodohkan di atas berikut alasannya.
2. Diskusikan antar kelompok.
3. Cari kesamaan.
4. Mentor membahas jawaban yang benar, yaitu:

No. 1 ada1ah b (Iman)

No. 2 adalah a (Islam)

No. 3 adalah c (Ihsan)

(langsung dilanjutkan dengan materi Al-Iman).

KONSEP SUFI MAKNA ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN

5. MAKNA ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN


TUJUAN

* Peserta memahami makna Alhamdulillah dan Rabbul 'aalamiin
* Peserta termotivasi untuk mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupannya



METODE PENDEKATAN:

* Ceramah dan diskusi



RINCIAN BAHASAN

Makna Alhamdulillah

Alhamdu = pujian terhadap suatu kebaikan yang didasari oleh ikhtiar. Allah memiliki prestasi yang tak mungkin disamai oleh manusia. Allah SWT dipuji atas keindahan nama-namaNya dan kebaikan perbuatanNya. Dalam Qur'an pujian terhadap Allah seperti dalam QS. 14: 39, QS. 27: 15 dan 93. Alasan Allah dipuji:

* Allah Maha Pembuat Prestasi [40:62]
* Allah Maha Indah dalam nama-namaNya [20: 8, QS 7:180]
* Allah maha baik dalam perbuatannya [32:7)
* Allah mencipta segala sesuatu berdasarkan pengetahuan iman kehendaknya [ 20: 111]

Makna Rohbul' alamin

* Rabb = Pemilik yang mengatur urusan hambaNya .
* Al-'Alamin= apa yang diketahui, berarti alam manusia dan jin dan kelompok-kelompok mereka 17. 80 dan 3: 42] .
* Sekurang-kurangnya harus ada 4 kata sekaligus untuk dapat menterjemahkan Rabb secara tepat dan sempurna, yaitu:



1. Allah sebagai Pencipta [2: 164]

Manusia tidak mencipta, ia hanya merekayasa, membuat dan menyusun. Manusia membuat sesuatu karena diilhami oleh fenomena ciptaan Allah, contoh helikopter yang diilhami oleh capung, sistem radar yang diilhami oleh cara kelelawar terbang di gua gelap. Sekalipun ia merekayasa atau menyusun bentuk baru pasti bahan bakunya diambil dari ciptaan Allah juga. A11ah sebagai pencipta menantang manusia untuk menciptakan lalat, dalam QS.15:73.

2. Allah sebagai Pemilik [14:2] Siapa yang mencipta pasti memiliki. Aksioma ini tidak berlaku bagi manusia, tapi berlaku mutlak bagi Allah SWT, karena Allah SWT mencipta atas iradat dan kehendakNya sendiri. Allah Pencipta dan otomatis Allah sebagai Pemiliknya.



3. Allah sebagai Pemelihara [15:9]

Allah memiliki sesuatu yang ia ciptakan sendiri, oleh karena itu Ia tidak akan lalai untuk menjaga dan memeliharanya.

4. Allah sebagai Penguasa [15:16-27]

Allah adalah sebagai Pencipta, Pemilik dan sekaligus Pemelihara atas alam semesta ini, tentu saja Dia adalah Penguasa mutlak atas semua yang ada di dalamnya. Apabila ada satu saja urusan atau aturan yang dilakukan atau diberlakukan oleh manusia secara nyata-nyata bertentangan dengan aturanNya, berarti manusia telah subversif kepadanya. Nauzu billaahi min dzalik!


REFERENSI

* Paket BP NurulFikri, Setetes Basmalah dan Hamdalah dalam Lautan Al-Fatihah
* Allamah, Thabathaba'i Tafsir AI- Mizan, Mengupas Surat Al-Fatihah, CV Firdaus



ALOKASI WAKTU
Langkah Uraian Waktu
Pembukaan Mentor menyampaikan pengantar dan tujuan materi 5’
Ceramah Mentor menyampaikan isi materi 40’
Diskusi Saat untuk diskusi dan tanya jawab 10’
Penutup Mentor menyimpulkan isi materi dan menutupnya dengan doa 5’